4 Fakta Satgas Damai Cartenz Akan Gunakan Cara Smart Bebaskan Pilot Susi Air

4 Fakta Satgas Damai Cartenz Akan Gunakan Cara Smart Bebaskan Pilot Susi Air

Nasional | BuddyKu | Sabtu, 7 Oktober 2023 - 05:08
share

JAKARTA - Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono menyampaikan, bahwa pasukan TNI masih melakukan upaya negoisasi atas pilot Susi Air, Mark Mehrtens, yang ditawan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang dipimpin Egianus Kogoya, sejak Februari 2023.

Yudo mengatakan, TNI tetap mengupayakan pendekatan negoisasi guna menghindari tindakan-tindakan militer yang membahayakan masyarakat sekitar. Berikut sejumlah faktanya:

1. Gunakan Cara yang Smart Negosiasi Bebaskan Pilot Susi Air

"Kami tetap menggunakan cara-cara yang smart, yang tidak menimbulkan korban pada masyarakat. Kita tetap upayakan dengan (pendekatan) tokoh masyarakat setempat untuk bisa melaksanakan itu (pembebasan)," ujar Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono di Mabes TNI, Jumat (6/10/2023).

Yudo menyampaikan TNI tidak mungkin menggunakan kekuatan militer untuk upaya pembebasan lantaran khawatir dengan resiko besar yang memberatkan Indonesia dan khususnya Papua.

"Kita tidak mungkin melakukan kekuatan militer hanya untuk itu, yang justru dampaknya akan lebih besar bagi Indonesia terutama masyarakat di Papua," katanya.

2. Medan Penyanderaan Pilot Susi Air Cukup Sulit

Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring mengakui pencarian pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, yang ditawan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) teroris pimpinan Egianus Kogoya dipusatkan di wilayah Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Memang saat ini pencarian dipusatkan di wilayah Kabupaten Nduga dan TNI-Polri terus berupaya untuk membebaskan pilot berkebangsaan Selandia Baru itu, kata Brigjen TNI JO Sembiring

Jenderal Kopassus bintang satu ini mengatakan, wilayah pencarian terhadap pilot diperkecil di sekitar Nduga karena sebelumnya sempat dilakukan pencarian hingga ke Kabupaten Lanny Jaya. Diakui, medan di kawasan Nduga cukup sulit namun prajurit tetap berupaya untuk menemukan dan membebaskan pilot Susi Air.

3. TNI Jangan Pakai Bom

Pilot Susi Air Kapten Philips Mark Marthen kembali muncul. Kapten Philips muncul dalam sebuah video. Di video itu ia didampingi dua orang anggota Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) Teroris.

Dalam video berdurasi 1 menit 38 detik itu, Kapten Philips dan dua KKB tersebut diduga berada di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan Tengah. Kapten Philips mengaku sehat selama ditahan KKB Teroris.

Kemudian Pilot asal Selandia Baru itu meminta agar TNI tak melancarkan serangan militer. Ia mengatakan serangan yang dipakai TNI akan membahayakan dirinya.

"Indonesia lepas Bom di daerah sini, jadi tidak usah lepas bom itu bahaya untuk saya dan orang-orang di sini," ujar Kapten Philips.

4. Siap Tembak Pilot Susi Air

Sebuah video penyanderaan yang dirilis oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua Barat pada Jumat (26/5/2023) memberikan pesan jika kelompok tersebut siap untuk membunuh pilot Susi Air Philip Mehrtens yang sudah disandera selama empat bulan.

Minta kemerdekaan Papua diakui pemerintah. Mereka mengancam bakal menghabisi nyawa Captain Philip jika negara tak mengakui kemerdekaan Papua.

"Jika itu tidak terjadi dalam dua bulan, maka mereka mengatakan akan menembak saya," kata Mehrtens dalam video yang dirilis oleh juru bicara Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom.

Topik Menarik