Putra Pendiri NU Minta Dirinya Berpasangan dengan Anies, Cak Imin Blak-blakan Bahas Ungkapan: Loh Loh Gak Bahaya Ta
FAJAR.CO.ID, JAKARTA Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar blak-blakan soal isi pidatonya saat deklarasi pasangan Anies-Cak Imin belum lama ini.
Dalam pidatonya, Cak Imin sempat mengungkit pesan dari Kiai Kholil Asad, putra Kiai Asad Syamsul Arifin, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Tahun 2021 saya dipanggil Al Mukarom Romo Kiai Kholil Asad di Situbondo. Saya dipanggil, Muhaimin menurut saya kamu harus pasangan sama Anies Baswedan, kata Muhaimin saat deklarasi di Hotel Majapahit Surabaya.
Saat itu, saya tidak berani menolak tetapi saya juga tidak berani menjawab iya. Tapi saya masukkan di dalam batin saya sambil jalan saya berbunyi loh loh loh gak bahaya ta, sambungnya.
Pernyataan Cak Imin itu lantas dibahas Najwa Shihab saat Anies Baswedan dan dirinya hadir di acara Mata Najwa.
Cak Imin bilang ungkapan loh loh loh gak bahaya ta sudah jadi bahasa sehari-hari di Jawa Timur.
Itu bahasa yang sedang menjadi omongan sehari-hari, untuk menggambarkan sesuatu yang baru. Tapi sebetulnya ada makna dibalik itu Kiai Kholil adalah memerintah berdasarkan keyakinan langit, ungkap Cak Imin dikutip Fajar.co.id dari Youtube Najwa Shihab , Selasa (5/9/2023).
Wakil Ketua DPR RI itu menyebut alasan dirinya tak berani menjawab saat ini karena posisi dirinya yang masih berada di koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Sementara Anies Baswedan masih menjabat Gubernur DKI Jakarta dan mulai dilirik partai politik yang berada di luar pemerintahan atau oposisi.
Persepsi orang nggak nyangka kita bisa bareng dalam suasana politik dinamis seperti ini, jelasnya.
Najwa Shihab lalu bertanya ke Anies soal pernyataan berani nyali kepada Cak Imin dalam deklarasi di Surabaya. Anies saat itu bilang punya keberanian dan nyali merupakan salah satu syarat calon wakil presidennya.
Anies menjelaskan sosok Cak Imin merupakan orang yang memenuhi syarat itu. Ketua umum PKB itu disebutnya berani menjawab kekhawattiran orang.
Rute yang kita jalani selama ini, itu rute yang perlu tantangan. Kegiatan-kegiatan kita selama ini juga bukan sesuatu yang mudah, bahkan kita merasakan banyak pihak yang khawatir bila bertemu khawatir bila terekspos bersama, itu fakta , jelasnya.(elva/fajar)










