1 700 Wisudawan Dilantik Rektor Unisba Minta Lulusan Manfaatkan Bonus Demografi
Universitas Islam Bandung (Unisba) melantik 1.700 wisudawan yang terdiri dari doktor, magister, profesi dan sarjana gelombang II tahun akademik 2022-2023 di Aula Unisba, Minggu (27/8).
Rektor Unisba Prof. Edi Setiadi mengatakan, kelulusan sebagai mahasiswa bukanlah akhir dari pembelajaran. Karena dalam tuntutan agama Islam seorang Muslim harus belajar sepanjang hayat.
Saya ingatkan berkali-kali dalam berbagai kesempatan, janganlah puas dengan ilmu yang telah kita peroleh, karena ilmu Allah tidak bertepi, ujar Edi dalam keterangannya, Senin (28/8).
Menurutnya, banyak hikmah-hikmah Allah yang belum bisa manusia ungkap. Untuk itu diperlukan pembelajar sejati. Teruslah belajar dari kehidupan.
Menurutnya, masa sekarang adalah masa yang penuh ketidakpastian. Edi melihat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pergeseran pada sektor lapangan kerja dan tuntutan baru dibidang penguasaan kompetensi harus dapat diantisipasi secara cermat dan akurat.
Bahkan peluang dan tantangan kerja ditingkat lokal, domestik, dan internasional harus di identifikasi dan dijadikan rujukan dalam memilih program yang akan dilaksanakan, ujarnya.
Edi menilai, para lulusan harus mempertimbangkan dua hal penting dalam menghadapi tantangan saat ini, yaitu bonus demografi dan era industri 4.0.
Bonus demografi harus bisa dimanfaatkan dengan menciptakan inovasi-inovasi dan produktifitas.Karena, jika gagal memanfaatkan bonus demografi ini maka kehancuran sebagai suatu bangsa akan cepat datangnya.
Sedangkan pada revolusi indistri 4.0 yang selalu menghadirkan tantangan baru dapat direspon dengan tepat.
Selain itu, menurut Edi, soft skill dalam proses pendidikan juga merupakan sesuatu yang sangat penting. Sikap, kepribadian, dan motivasi adalah hal yang membangun softskill .
Untuk itu, ia meminta hard skill dengan soft skill harus diseimbangkan. Dirinya yakin melalui pendidikan di Unisba wisudawan akan memiliki sarjana yang kompeten dan berakhlakul karimah.
\'Dalam menghadapi tantangan ke depan spirit 3M (mujahid, mujtahid dan mujaddid) harus tetap diasah dan menjadi dasar pijakan yang kuat. Inilah kunci keberhasilan lulusan Unisba, katanya.
Untuk diketahui, dalam wisuda kali ini, jumlah lulusan yang dilantik terdiri dari doktor 21 wisudawan, magister 147 wisudawan, profesi 134 wisudawan, dan sarjana 1.398 wisudawan.
Lulusan terbaik dengan IPK tertinggi diraih oleh Syahla Anisah dari Prodi Statistika FMIPA dengan IPK 3,98.
Kemudian, lulusan tercepat adalah Nadira Ramadhani Juhana dari Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) dalam waktu 3 tahun 4 bulan 20 hari, dan lulusan termuda yaitu Hafiz Naufal Ilmi dari Prodi Ekonomi Pembangunan FEB yang menyelesaikan studi di usia 20 tahun 8 bulan 20 hari.










