Ngeri, Ini Gangguan Kesehatan yang Mengintai Anak-Anak Akibat Polusi Udara!

Ngeri, Ini Gangguan Kesehatan yang Mengintai Anak-Anak Akibat Polusi Udara!

Nasional | BuddyKu | Jum'at, 25 Agustus 2023 - 10:18
share

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Situasi polusi udara sedang meresahkan masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak-anak. Belum lagi ada gangguan kesehatan yang mengintai, karena anak-anak tidak bisa menghirup udara segar yang bebas polutan.

Dokter Rifan Fauzie Sp.A(K) dari Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional Harapan Kita akui, ada dampak kesehatan yang bisa muncul akibat polusi udara bagi anak-anak. Anak yang memiliki asma, apabila terpapar polusi maka bisa lebih berisiko alami kambuh, sesak dan batuk.

"Polusi akan mempermudah terjadinya infeksi akibat kerusakan saluran pernapasan dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), pneumonia dan bronkitis. Apabila terpapar polusi udara dalam jangka panjang, itu bisa sebabkan gangguan pernapasan yang sifatnya lebih kronis, yaitu Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)," jelas dr Rifan, Kamis (24/8/2023).

Pernyataan itu disapaikan dr Rifan saat Talkshow Keluarga Sehat, dengan tema: Bahaya Polusi Udara untuk Kesehatan Paru-Paru Anak, yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dokter Rifan sendiri pernah menghadapi kasus anak yang tinggal di lingkungan berpolusi, dekat dengan pembuangan sampah yang besar. Anak itu terpapar polusi setiap hari, hingga alami sesak napas berulang, keadaannya seperti perokok berat dan sesak napas menahun.

Gangguan kesehatan lain yang mengintai dan berisiko adalah terjadinya kanker paru-paru pada anak. Dokter Rifan katakan, ada sebuah laporan jurnal anak yang menderita kanker paru-paru, padahal kanker paru-paru pada anak adalah kasus yang amat jarang.

"Tetapi setelah diteliti, itu terjadi karena terpapar oleh bahan polutan udara, sering terpapar dan berdampak pada gangguan sistem pernapasan pada anak. Jadi itu alasan, mengapa penting menjaga kebersihan baik di dalam dan di luar ruangan untuk kesehatan pernapasan anak kita," pesan dr Rifan.

Lebih lanjut dr Rifan juga membenarkan bahwa kasus ISPA kini sedang meningkat. Hal itu juga terjadi di rumah sakit tempat dirinya mengabdi, RS Harapan Kita dan juga di rumah sakit sejawat. Tetapi dr Rifan akui, pihaknya dan rumah sakit sejawat belum melakukan pengumpulan data pasti, namun memang ada keaikan trend terjadinya ISPA.

Setelah Pandemi Covid-19, sekarang anak-anak juga sudah banyak yang mulai aktivitas sekolah dan saling melakukan kontak dengan orang lain. Banyak keluhan terjadi seperti batuk berulang, kemudian saling menularkan antara orang tua dengan anak, kembali lagi dari anak ke orang tua.

"Kaya tek, tok, belum lagi paparan dari sekolah, kantor. Memang ini masalah yang sedang terjadi. ISPA meningkat lagi sekarang," katanya.

Tindakan yang harus dilakukan oleh orang tua kini adalah menghindari anak-anak dari paparan polutan. Upayakan untuk menghindari anak-anak terpapar terlalu lama polusi udara di lingkungan luar ruangan. "Kasih batasan, jangan terlalu lama." katanya.

Kalaupun harus keluar rumah, ditekankan dr Rifan untuk mengenakan masker. Masker yang tadinya sebagai upaya pencegahan Covid-19, kini menjadi salah satu upaya perlindungan dari paparan polusi udara. Apabila tidak dilakukan, anak-anak kasihan akan berisiko sakit.

"Apabila ada anak yang belum waktunya sekolah, batuk, pilek terus, asma kambuh, sebaiknya orang tua memutuskan untuk menunda aktivitas sekolah. Jangan keluar rumah dulu, agar terhindar dari paparan polusi," katanya.

Cari tahu waktu yang tepat untuk keluar rumah, misalnya saat pagi hari, ketika kendaraan dan pabrik belum banyak beraktivitas. "Jadi polusi lebih ringan dan kembali masuk rumah, jangan lama-lama," pesan dia.

Topik Menarik