Material Utama Patung Burung Garuda di IKN Nusantara dari Baja dan Kuningan, I Nyoman Nuarta Beber Kelebihannya
FAJAR.CO.ID, BANDUNG Patung Burung Garuda sebagai ikon Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, saat ini tengah dalam proses pembuatan oleh seniman asal Kota Bandung I Nyoman Nuarta.
Nyoman berhasil memenangkan sayembara desain Istana Kepresidenan yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pembangunan setiap rinci Istana Kepresidenan dilakukan oleh sejumlah pihak. Seniman Nyoman kebagian membuat fasad istana dengan bentuk Burung Garuda.
Pematung kelahiran 14 November 1951 ini membentuk fasad istana dengan kepala Burung Garuda sebagai bagian utamanya. Bilah-bilah sayap dibiarkan berkibar di bagian kanan dan kiri, yang nantinya bakal menjadi area dinding luar lingkungan Istana Kepresidenan.
Material kuningan dan baja dipilih Nyoman sebagai bahan utama dari patung seberat 1.456 ton itu. Kedua bahan itu dinilai kuat dan tahan lama.
Menurut Nyoman, penggunaan kuningan dan baja pada patung IKN Nusantara akan mempermudah dalam perawatan dan tidak mudah kotor.
Mengingat, kantor presiden masuk dalam Bangunan Gedung Fungsi Khusus (BGFK).
Pakai itu (luningan dan baja) supaya nanti kantor presiden terjamin kebersihan tanpa harus dirawat. Jadi, misalkan terima tamu agung harus bebersih dulu. Ini enggak ada lagi, tapi perlu dirawat tanaman di dalamnya, kata Nyoman, Jumat (21/7).
Selain itu, bahan kuningan dan baja juga ikut menjaga suhu agar kantor kepresidenan tidak merasakan panas berlebih. Apalagi, lokasi IKN Nusantara di Kecamatan Samboja dan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, ini punya kondisi cuaca yang berbeda dengan Pulau Jawa.
Kuningan kalau dihantam matahari langsung panas 20 cm. Jadi langsung menguap ini perlu diketahui, ujarnya.
Lebih lanjut, penggunaan bahan ini juga sesuai dengan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Artinya, untuk keperluan baja sendiri bersumber dari perusahaan dalam negeri. Adapun IKN Nusantara berdiri dari produk dan tangan anak negeri.
(Bahan patung) ini kan TKDN lokal 70 persen, baja Krakatau Steel, nunggu dari itu dikerjakan, baru buat struktur inti. Kami sendiri hanya mengerjakan selubung atau fasad, tuturnya.
Ia menjelaskan, patung Garuda IKN Nusantara ini bentuknya tidak seperti patung pada umumnya.
Patung ini terdiri dari selubung yang berdiri berjajar dan menyelimuti area kantor presiden. Jadi di dalam patung ini tidak kosong, akan dikelilingi dengan catwalk, dan hutan hijau.
Memang ini gagasan belum ada di lainnya. Jadi, dalam istana ada hutan. Cara mendinginkan gedung juga belum ada dengan pohon asli dari dalam, berlubang ini akan dapat dari angin, ujarnya.
Selain itu, patung Garuda yang dibangun ini menggunakan selubung secara berjajar sehingga tidak akan membuat area kepresidenan terkena hujan. Sebab, di dalam patung juga terdapat dek khusus.
Kalau hujan aman, karena ada dek, jadi masuk lewat samping saja. Atas juga ada dek. Dek nya itu atap juga dan (air hujan) enggak bisa ke mana-mana, tuturnya.
Untuk diketahui, patung IKN Nusantara ini mulai dikerjakan pada Februari 2023 di Workshop Nyoman Nuarta. Patung ini dibuat dari 4.845 selubung, dengan berat total 1.456 ton. Pengerjaan dilakukan dalam 17 segmen. (jpnn/fajar)










