Masjid Al-Ijabah, Bukti Adanya Doa Nabi yang Tidak Dikabulkan

Masjid Al-Ijabah, Bukti Adanya Doa Nabi yang Tidak Dikabulkan

Nasional | BuddyKu | Selasa, 11 Juli 2023 - 20:45
share

AKURAT.CO Salah satu masjid bersejarah yang berada di wilayah kota Madinah adalah Masjid Al-Ijabah. Masjid yang memiliki nama lain Masjid Al-Mubahalah ini menjadi saksi bisu dimana ada doa Rasulullah SAW yang tidak dikabulkan Allah SWT.

Tim Media Center Haji (MCH) Madinah berkunjung langsung ke masjid yang terletak kurang lebih 400 meter dari Masjid Nabawi, Senin (10/7/2023). Meskipun masjid tersebut saat ini dikelilingi pagar-pagar besi proyek konstruksi masjid-masjid bersejarah di Madinah.

Dinamakan Masjid Al-Ijabah karena berkaitan dengan doa Nabi Muhammad SAW di masjid tersebut. Dilansir dari alriyadh.com , suatu hari Nabi Muhammad SAW bersama para sahabatnya pulang dari daerah \'Aliyah, Madinah. Beliau bersama sahabatnya itu melewati sebuah masjid yang dulu bernama Masjid Mu\'awiyah. Mereka salat dua rakaat dan setelah itu nabi berdoa kepada Allah dalam waktu yang panjang.

Tidak lama setelah merampungkan doanya Nabi Muhammad menghadap ke arah para sahabat yang baris di belakangnya. Seketika beliau berkata kepada mereka, "Aku memohon kepada Allah tiga doa, dua doa Allah kabulkan dan satu doa Allah tolak/cegah," kata nabi kepada para sahabatnya.

Pertama-tama, nabi melanjutkan, aku meminta kepada Allah agar umatku tidak kelaparan dan terputus dari hujan dan kedua aku memohon agar umatku tidak terkena musibah tenggelam. Kata nabi, keduanya Allah kabulkan. Sedangkan doa ketiga, nabi melanjutkan, yaitu doa meminta agar tidak ada panah (perselisihan) diantara umatku, Allah mencegah/menolaknya.

Dari kisah di atas kemudian masjid yang letaknya di samping jalan dekat Masjid Nabawi itu dinamai dengan Masjid Al-Ijabah, dinisbatkan pada pengkabutan/pengijabahan doa-doa manusia suci Rasulullah SAW.

Nama Lain Masjid Al-Ijabah; Masjid Mubahalah

Mengutip ketsrangan tezar.sa , masjid ini juga dinamakan dengan Masjid Mubahalah. Alasannya karena masjid ini menjadi saksi sumpah mubahalah Nabi Muhammad dengan delegasi Kristen Najran. Disebut dalam riwayat Hudzaifah RA, suatu ketika dua orang Kristen Najran bernama Al Aqib dan Al Sayid datang menemui Rasulullah SAW untuk mengutuknya.

Salah satu dari keduanya berkata pada nabi, "Demi Allah, andai benar engkau seorang nabi maka terlaknatlah kami dan tidak akan sukseskan kami dan keturunan-keturunan kami. Berilah saksi kepada kami seseorang yang paling jujur untuk membuktikannya!."

Para sahabat nabi yang berada di dalam masjid itu pun langsung bergegas menjadi saksi. Namun Rasulullah seketika hanya menunjuk salah seorang dari mereka, yaitu Abu \'Ubaidah Ibn Jarrah. "Ini adalah orang yang dipercaya di tengah-tengah umat!." kata nabi kepada kedua Kristen Najran itu.

Renovasi dan Pengembangan Masjid

Soal renovasi dan pengembangan, pada masa pemerintahan Umar bin Abdulaziz (abad ke 9) tembok Masjid Al-Ijabah baru pertamakali dipugar. Kemudian di masa pemerintahan Raja Fahd bin Abdulazis, masjid tersebut diperluas 3 kali lipat (seluas 500 meter), bahkan dibangun kembali dengan bangunan yang baru tanpa menghilangkan warisan arsitektur keasliannya.

Jemaah haji atau umrah dapat berziarah ke masjid bersejarah tersebut. Jika sedang berada di Masjid Nabawi, jemaah cukup berjalan kaki ke arah timur laut dari pintu 329 masjid selama kurang lebih setengah jam. Tetapi lebih disarankan menggunakan mobil taksi agar diarahkan langsung ke depan Masjid Al-Ijabah.[]

Topik Menarik