Loading...
Loading…
Faisal Basri Teriak Rakyat Butuh Panglima Perang Full Time Bukan Sambilan, Nyentil Opung Luhut?

Faisal Basri Teriak Rakyat Butuh Panglima Perang Full Time Bukan Sambilan, Nyentil Opung Luhut?

Nasional | wartaekonomi | Senin, 21 September 2020 - 08:14

Ekonom senior Indef Faisal Basri meminta pemerintah serius mengendalikan kasus positif Covid-19 yang terus meningkat tajam. Pihaknya menyebut dalam kurun waktu 14 hari penularan wabah menembus angka 250.000 kasus lebih ganas dari pertama kali dalam kurun waktu 115 hari menginfeksi 50.000 orang.

"Pertama itu butuh 115 hari dengan 50.000 kasus positif. Sementara saat ini 250.000 kasus hanya butuh waktu 14 hari," ujar Faisal saat webinar bertajuk Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikkan Ekonomi di Jakarta, Minggu (20/9/2020).

Menurut dia, apabila pemerintah tidak serius mengatasi semakin mengganasnya penularan virus corona, angka positif bisa menembus satu juta kasus. Faisal memastikan angka kematian manusia akan lebih banyak.

"Kasus naik, maka angka kematian juga naik. Selamatkan rakyat. Ekonomi bisa pulih, tapi nyawa manusia tidak bisa dipulihkan," ujar Faisal.

Lebih lanjut, Faisal mengatakan, rendahnya realisasi tes Covid-19, bukti bahwa pemerintah tidak serius menangani penyebaran wabah virus corona sehingga bukan alasan meningkatnya angka positif. Bahkan sampai sekarang belum ada Perppu khusus yang menangani Covid-19, hanya ada Perppu yang menangani APBN dan sektor keuangan.

"Virus ini sangat bahaya sekali sehingga butuh panglima perang yang harus full-time dan bukan kerja sambilan. Covid-19 ini sumber utama ketidakpastian," ujarnya.

Dia juga menyebutkan, kepercayaan masyarakat dan dunia usaha juga bergantung pada upaya pemerintah mengendalikan wabah.

"Jika pemerintah mampu mengendalikan wabah dengan serangkaian tindakan jujur dan langkah yang terukur masyarakat akan lebih percaya diri begitu juga dengan dunia usaha," tandasnya.

Original Source

Topik Menarik