Tetap Istiqmah Jaga Ketakwaan usai Ramadan, Pertahankan Kualitas Ibadah
JAKARTA, celebrities.id Ramadan sudah berlalu, tetapi ibadah tidak boleh luntur. Menjaga ketaqwaan dapat dilakukan dengan berbagai cara.
Kepala Sub Divisi Dakwah Jakarta Islamic Centre (JIC), Ustadz Maarif Fuadi menuturkan, selama satu bulan umat Islam melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan. Waktu tersebut sudah semestinya setiap muslim semakin meningkatkan kualitas keimanannya, serta ibadah selama puasa dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya.
"Tapi kenyataannya setelah Ramadan berlalu banyak di antara kita kembali menjauh dari Allah SWT. Lalu apa yang harus kita lakukan agar kebaikan-kebaikan yang kita laksanakan di bulan Ramadan tidak hilang begitu saja seiring berlalunya bulan suci Ramadan," katanya dalam keterangan resmi yang diterima beberapa waktu lalu.
Ustadz Ma\'arif menambahkan, bahwa ada beberapa cara agar umat Islam tetap menjaga kualitas ibadahnya setelah Ramadan berlalu. Berikut cara untuk mempertahankan kualtas ibadah.
Cara memelihara ibadah setelah Ramadan
1. Memohon Keteguhan Iman kepada Allah SWT
Selama bulan Ramadan umat Islam melaksanakan ibadah puasa, sholat tarawih, tadarus, sodaqoh dan ibadah lainnya yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
"Oleh karena itu setelah bulan Ramadhan selesai kita mohon kepada Allah SWT, agar hati kita tetap kuat dan semangat untuk melaksanakan perintah-perintah Allah sebagaimana kita semangat ketika melaksanakan perintah-perintah itu di bulan Ramadhan," katanya.
Rasulullah SAW bersabda:
: : , , , , : , ,
Artinya: "Dari Anas RA berkata, adalah Rasulullah SAW memperbanyak doa, Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbi alaa diinik. Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku atas agamamu. Anas berkata: Wahai Rasullulh kami beriman kepadamu dan kepada apa yang datang padamu, apa yang kau khawatirkan? Beliau bersabda: Ya, sesungguhnya hati itu ada di antara dua jari dari jari-jari Allah, Allah membolak-balikkan kepada yang dikehendaki-Nya".(HR Tirmidzi).
"Hati manusia bisa condong kepada kebaikan dan kepada keburukan karena di dalam diri manusia terdapat bisikan dari setan yang selalu mengajak kepada keburukan dan bisikan dari malaikat yang selalu mengajak kepada kebaikan," tuturnya.
2. Istiqamah dalam Beribadah
Imam Nawawi menjelaskan makna istiqamah adalah luuzumu thaatillah, yaitu tetap konsisten dan konsekuen dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah taala.
Oleh karena itu ketaatan setiap muslim kepada Allah bukan hanya di bulan Ramadhan saja, seyogyanya tetap taat kepada Allah dan selalu meningkatkan amal shalih meskipun diluar bulan Ramadan.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hijr:
Artinya: "Sembahlah Tuhanmu sampai kematian datang menjemputmu." (QS. Al Hijr ayat 99).
Kemudian dalam salah satu riwayat hadist, Rasulullah bersabda :
Artinya: "Dari Aisyah radliallahu \'anha bahwa Rasulullah shallallahu \'alaihi wasallam bersabda: "Kerjakanlah suatu amalan itu sesuai dengan kemampuan kalian, karena Allah tidak akan bosan sehingga diri kalianlah yang bosan, sesungguhnya amalan yang paling di cintai Allah adalah yang di kerjakan secara terus menerus walaupun sedikit." apabila beliau mengerjakan suatu amalan, beliau akan mengerjakannya secara rutin." (HR Abu Daud).
3. Puasa enam hari di bulan Syawal
"Puasa Syawal untuk menjaga agar amal ibadah kita tetap kontinyu meski di luar bulan Ramadan. Pada saat berhari raya orang bergembira merayakannya, makan dengan makanan yang beraneka macam dan berpakaian dengan pakaian yang bagus," kata Alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah itu.
Lebih lanjut, supaya tidak terlena dengan kegembiraan di hari raya, Rasulullah mengingatkan untuk melaksanakan puasa Syawal yang pahalanya seperti melaksanakan puasa 1 tahun. Sebagaimana sabda Nabi SAW:
: .
Artinya : Dari Abu Ayyub RA, bahwa Rasulullah saw bersabda barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan lalu diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, maka dia seperti puasa satu tahun.
Para ulama menjelaskan mengenai hadist di atas bahwa puasa Ramadhan selama 30 hari ditambah puasa Syawal 6 hari berjumlah 36 hari.
Kemudian setiap 1 hari puasa dibalas dengan 10 pahala kebaikan, sehingga puasa 30 hari Ramadhan ditambah puasa 6 hari Syawal setara dengan 360 hari atau satu tahun.










