Benarkah Tidak Boleh Mandi Saat Terkena Cacar Air? Cek Faktanya!

Benarkah Tidak Boleh Mandi Saat Terkena Cacar Air? Cek Faktanya!

Nasional | BuddyKu | Kamis, 6 April 2023 - 05:15
share

ADA banyak pantangan dan petuah yang didapat secara turun temurun sehingga menetap dan menjadi ilmu tak tertulis, tanpa ada landasan ilmiahnya. Salah satunya adalah tidak boleh mandi ketika terkena cacar air .

Rupanya, petuah ketika kena cacar air tidak boleh mandi kebanyakan dianggap sebagai upaya \'penyelamatan\' dari makin parahnya cacar. Kalau mandi, anggapannya cacar akan semakin menyebar dan malah membuat luka di kulit semakin basah.

Jangan Lupa! WHO Sebut Wabah Cacar Monyet Masih Jadi Darurat Kesehatan Global

Bagaimana menurut dokter akan petuah tersebut?

Cacar air

Dokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin, dr Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, menegaskan bahwa anggapan pasien cacar dilarang mandi itu sangat keliru. "Saya bisa tegaskan itu mitos," katanya dalam sebuah kesempatan kepada Okezone.

Pasien cacar, baik itu cacar air ataupun jenis cacar lain, misal Herpes Zoster (HZ) tetap harus mandi. Sebab, kesehatan kulit itu tetap harus terjaga baik saat kulit sedang sehat maupun sedang ada masalah.

WHO: Kasus Cacar Monyet di Seluruh Dunia Tembus 70.000, Masyarakat Tak Boleh Lengah

"Kalau enggak mandi, kulit malah kotor dan ini memungkinkan infeksi sekunder terjadi di sekitar area kulit yang sedang bermasalah," terusnya.

Memang, ada beberapa trik mandi yang disarankan supaya tetap aman dan tidak menimbulkan kekhawatiran. Dokter Anthony coba membeberkan beberapa trik mandi yang aman buat pasien cacar:

1. Hindari air panas

Ini penting diperhatikan. Anggapan masyarakat itu kebanyakan kalau lagi luka, maka mandi air panas saja supaya lukanya tidak semakin parah. "Ini salah, malah karena dia sedang luka, sedang iritasi, ya, jangan kena air yang panas. Kasihan, yang ada malah melepuh nanti lukanya," kata dr. Anthony.

2. Tak boleh langsung guyur

Trik ini sangat menguntungkan buat Anda yang mandi menggunakan shower, bukan gayung. Sekalipun pakai gayung, usahakan jangan langsung diguyur, tetapi perlahan banjur air ke badan secara lembut.

"Kalau pakai shower, biarkan airnya mengalir ke tubuh, jangan disentralkan ke lukanya juga," ujarnya.

3. Jangan panik

Benjolan berisi air yang sangat dikhawatirkan pecah menurut dr Anthony bakal pecah saat mandi. Meski begitu jangan panik. Biarkan lentingnya pecah tapi kemudian biarkan air mengaliri air yang keluar dari benjolan tersebut.

Saat mengeringkan kulit, diusahakan untuk mengoles krim khusus yang diberikan dokter kulit Anda supaya cairan dari lesi yang pecah tidak menginfeksi luka di kulit sekitarnya.

4. Gunakan sabun khusus

Dokter Anthony menerangkan bahwa pasien cacar yang berobat ke dia akan selalu direkomendasikan penggunaan sabun khusus dengan pH tertentu yang bersifat tidak membuat perih saat digunakan.

"Ini pentingnya berobat ke dokter yang benar supaya penanganan kondisi masalah diatasi dengan komprehensif. Bukan hanya soal obat yang dipakai, tetapi kami juga rekomendasikan sampai ke hal-hal seperti ini," kata dia.

5. Oles salep

Ya, setelah mandi dokter pun menyarankan untuk mengoleskan krim yang diberikan sesuai dengan pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya. Oleskan salep bukan hanya pada yang pecah, tetapi yang belum pecah juga.

"Ini penting agar benjolan yang belum pecah itu terjaga dari infeksi sekunder yang disebabkan bakteri," ujarnya.

Topik Menarik