Lafadz Sholawat Tarhim Subuh, Arab, Latin, dan Artinya

Lafadz Sholawat Tarhim Subuh, Arab, Latin, dan Artinya

Nasional | BuddyKu | Kamis, 30 Maret 2023 - 03:40
share

JAKARTA, iNews.id - Lafadz sholawat tarhim yang lazim dilantunkan marbut masjid maupun mushala menjelang waktu subuh berisikan keluhuran akhlak Nabi SAW.

Sholawat Tarhim ini diciptakan oleh Syeikh Mahmud Khalil Al-Husshari (1917-1980), seorang qari ternama lulusan Al-Azhar, Kairo, Mesir. Syeikh Mahmud Khalil merupakan Ketua Jamiyatul Qurra wal Huffadz (organisasi para penghafal Alquran) di Mesir.

Dikutip dari Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB, dalil membaca sholawat tarhim saat subuh menurut sebagian besar ulama boleh. Selain mengandung unsur mengingatkan untuk beribadah ( ) seperti yang terjadi pada bulan Ramadhan.

Sholawat tarhim ini mengajak orang beriman untuk senantiasa berdzikir dan mengingat hari kiamat.

Rasulullah SAW bersabda:

- - : (( )).: .

Nabi shollallohu alaihi wasallam dulu ketika telah lewat dua pertiga malam beliau bangun dan bersabda : Wahai, sekalian manusia, berdzikirlah kepada Allah, Pasti datang tiupan sangkakala pertama yang diikuti dengan yang kedua, datang kematian dengan kengeriannya, datang kematian dengan kengeriannya. Hadis hasan riwayat imam turmudzi.

Dalam hadis ini terdapat dalil bahwa dzikir dan tasbih secara jahr di akhir malam itu tidak masalah, tujuannya utk membangunkan orang yang tidur.

Lafadz Sholawat Tarhim Subuh

Arab:

Latin: Ash-shalaatu was-salaamu alaik, Yaa imaamal mujaahidiin yaa Rasuulallaah


Ash-shalaatu was-salaamu alaaik Yaa naashiral hudaa yaa khayra khalqillaah


Ash-shalaatu was-salaamu alaaik Yaa naashiral haqqi yaa Rasuulallaah


Ash-shalaatu was-salaamu alaaik, Yaa Man asraa bikal muhayminu laylan nilta

maa nilta wal-anaamu niyaamu


Wa taqaddamta lish-shalaati fashallaa kulu man fis-samaai wa antal imaamu


Wa ilal muntahaa rufita kariiman, wa samitan nidaa alaykas salaam

Yaa kariimal akhlaaq yaa Rasuulallaah,

Shallallaahu alayka wa alaa \'aalika wa ashhaabika ajmaiin

Artinya: Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu, duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik
Shalawat dan salam semoga tercurahkan atasmu Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu.

Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari Dialah Yang Maha Melindungi. Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur
Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu dan engkau menjadi imam.

Engkau diberangkatkan ke Sidratul Muntaha karena kemulianmu. Dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu.

Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah. Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu.

Dikutip dari tebuireng.online, Sholawat Tarhim sampai ke Indonesia pada akhir tahun 1960an. Saat itu, Syeikh Mahmud Al-Husshari berkunjung ke Indonesia dan diminta untuk merekam Shalawat Tarhim di Radio Lokananta, Solo. Hasil rekaman tersebut kemudian disiarkan oleh Radio Lokananta dan juga Radio Yasmara (Yayasan Masjid Rahmat), Surabaya. Dari sinilah awal mula Shalawat Tarhim menjadi populer di Indonesia.

Tujuan melantunkan Shalawat Tarhim ialah membangunkan kaum Muslimin agar mempersiapkan diri untuk sahur, shalat Shubuh, atau membangunkan mereka yang ingin shalat tahajjud.

Itulah lafadz sholawat tarhim subuh yang bisa diamalkan menjelang datangnya waktu subuh untuk mengingatkan orang berdzikir.

Topik Menarik