Pandemi Covid-19 Jadi Endemi, Ahli Epidemiologi: Kita Bisa Putuskan Sendiri, Tidak Tergantung WHO!
SOAL status pandemi Covid-19 jadi endemi, dinilai Indonesia bisa memutuskannya sendiri, tanpa harus menunggu WHO.
Menurut Iwan Ariawan, Epidemiolog FKM Universitas Indonesia, keputusan untuk mencabut kegawatdaruratan itu, Indonesia bisa memutuskan sendiri tanpa harus tergantung dari organisasi kesehatan dunia (WHO). Label pandemi merupakan sebutan dari WHO untuk dunia.

Sehingga pencabutan untuk kedaruratan Covid-19, kata Iwan, dari sisi epidemiologi sudah siap. Namun, tentu perlu pertimbangan lain dari pemerintah pusat, sebelum memutuskannya seperti dari sisi ekonomi, dan pengalihan kebijakan.
"Perbedaannya kalau masih disebut kedaruratan masyarakat itu kendali di pusat juga budgeting di pusat. Kalau begitu dicabut kembali desentralisasi kita ada tanggung jawab kabupaten dan provinsi apakah sudah siap atau belum," jelasnya.
Iwan menjelaskan, alasan Indonesia sudah siap mencabut sistem kedaruratan Covid-19 atau jadi endemi, terlihat dari hasil survei serologi waktu lalu.
Sekitar 99% masyarakat sudah memiliki sistem antibodi, sebagaimana diketahui dampak dari vaksinasi Covid-19 dan infeksi alami. Namun keputusan itu ada pada Presiden Jokowi, negara bisa memutuskan sendiri.
Namun untuk berkonsultasi ke WHO tentu diperbolehkan. Sehingga bukan WHO yang menentukan pencabutan Kegawatdaruratan Covid-19 di Indonesia, namun Pemerintah Indonesia sendiri.
"Kita tidak tergantung pada WHO tapi kalau untuk berkonsultasi pada WHO ya boleh sebenarnya keputusan tergantung masing-masing dari negara tinggal, tunggu Presiden saja yang mencabut. Kalau dari kami epidemiolog sudah memberi pertimbangan secara epidemiolog bisa dicabut, ahli dan bidang lain ekonomi dan hukum ada pertimbangan lain sebelum Presiden memberikan keputusan terakhir," sambungnya.
"Tinggal menunggu keputusan Pemerintah Indonesia, sementara WHO kan mengurus dunia kita mengurus negara kita sendiri. Sebetulnya kita sudah siap kalau lihat hasil sero survei sudah 99% sudah memiliki antibodi terhadap Covid-19," beber Iwan.
Hal ini menanggapi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merencanakan pertemuannya dengan WHO untuk membicarakan soal pandemi jadi endemi pada bulan ini.
"Ketemu WHO bulan ini, doain ya," ungkap Menkes Budi kepada wartawan.










