Kuliah S3 di Unhan, Sekjen PDIP: Saya Ingin Perkuat Teori Geopolitik bagi Indonesia

Nasional | inewsid | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 23:30
Kuliah S3 di Unhan, Sekjen PDIP: Saya Ingin Perkuat Teori Geopolitik bagi Indonesia

JAKARTA, iNews.id - Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto memutuskan untuk kembali ke bangku perkuliahan dengan menjadi mahasiswa Program Doktoral (Strata-3/S3) Universitas Pertahanan (Unhan) Indonesia. Di hari pertama perkuliahannya, Sabtu (29/8/2020),  Hasto langsung mendapatkan pengarahan  dari dua tokoh nasional, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.

Dalam upacara pembukaan, Prabowo yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan, menjadi inspektur upacara. Sementara Hasto sebagai mahasiswa baru Unhan bersama mahasiswa lainnya mengikuti upacara itu.

Hasto dan kawan-kawan juga mendengarkan orasi kebangsaan yang disampaikan oleh Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Ini sejarah baru bagi Unhan, universitas yang terdepan di dalam menggelorakan semangat nasionalisme, bela negara, untuk pertama kalinya menyelenggarakan pendidikan S1, S2, dan S3 secara bersamaan," kata Hasto, Sabtu (29/8/2020).

Dia mengaku sengaja memilih Unhan dan akan melakukan penelitian berkaitan dengan diskursus pemikiran geopolitik Bung Karno. "Karena sejarah dan cara pandang kemerdekaan Indonesia ditujukan bagi upaya membangun persaudaraan dunia," ujarnya.

Hasto tampak serius berdiskusi dengan beberapa mahasiswa TNI baik dari matra darat, laut, maupun udara. Hasto kerap berbincang dengan teman seangkatannya, termasuk Sekjen Persatuan Insinyur Indonesia, Teguh Haryono.

"Saya sampaikan bahwa di PDI Perjuangan, nasionalisme dan patriotisme selalu berkobar dan menjadi spirit seluruh kader partai. Jadi kita disatukan oleh semangat  bela negara, dan dari situ kami langsung akrab," ujar Hasto.

Sekjen PDIP itu mengaku tertarik kepada persoalan geopolitik karena mengajarkan tentang cara pandang Indonesia untuk dunia. Baginya, sejarah Nusantara itu membangun peradaban dunia.

"Nusantara menjadi titik temu peradaban dunia, dan sangat dikenal karena penguasaan jalur rempah dunia. Abad ke 8 kita sudah memiliki mahakarya berupa Candi Borobudur. Demikian pula filsafat dharma, sangat otentik Indonesia dan rekam jejaknya sejak abad ke 7 melalui pemikiran Dharmakitri yang kuliahnya diikuti oleh mahasiswa mancanegara," bebernya.

Dalam perspektif kekinian, Hasto mengatakan studi ini penting didalami di tengah tren meredupnya cara pandang keluar dan spirit kepemimpinan Indonesia di dunia internasional.

“Dulu saja, playing field Indonesia tahun 1955 sudah menjadi pemimpin diantara bangsa-bangsa Asia Afrika, tetapi kini lebih banyak inward looking. Hanya mengurusi urusan dalam negeri sendiri. Padahal sebenarnya Pancasila bisa menjadi leidstar di dalam pergaulan antar bangsa," katanya.

Hasto mengaku merasa haus untuk kembali membaca buku-buku, teori, dan mendiskusikan hal-hal strategis berkaitan dengan konsepsi pertahanan, geopolitik, geostrategi, geoekonomi, dan juga falsafah ilmu pengetahuan.

"Itulah sebabnya saya mengambil studi S3 di Unhan ini. Saya ingin memperkuat teori geopolitik bagi Indonesia demi membangun persaudaraan dunia," katanya.

Hasto menceritakan awal mula ketertarikannnya menjadi mahasiswa di Unhan. “Ketika mengajar di Sekolah Partai, saya selalu menyampaikan pentingnya pemahaman geopolitik. Di Unhan minat saya tersebut mendapat ruang yang luas, sekaligus memelajari aspek-aspek strategis terkait strategi pertahanan, geostrategi, dan geo ekonomi. Jadilah saya masuk Unhan”, kata Hasto.

Artikel Asli