Perawat dan Keluarganya Terpapar Covid-19 di Tangsel

Nasional | okezone | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 21:13
Perawat dan Keluarganya Terpapar Covid-19 di Tangsel

TANGSEL - Satu keluarga di sebuah kompleks perumahan di Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka pun memilih menjalani isolasi mandiri di kediamannya.

Keluarga yang terdiri dari seorang istri, suami dan seorang anak berusia 7 tahun itu tak memiliki keluhan medis sebelumnya. Meski kemudian, berdasarkan hasil uji swab menunjukkan ketiganya terkonfirmasi positif Covid.

Sang istri berinisial S (34), merupakan perawat medis di salah satu rumah sakit di kawasan Bintaro, Pondok Aren. Diduga, dari sanalah awal terpaparnya S. Di mana, setiap pekan rumah sakit swasta itu rutin melakukan rapid test bagi tenaga medisnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Belum Mau Buka Bioskop dan Tempat Hiburan Malam

Ketua RT setempat, Suharjono menerangkan, hasil positif Covid baru diketahui pada tanggal 26 Agustus 2020. Terlampir keterangan dari rumah sakit atas hasil uji swab, kalau total ada 5 jiwa yang tinggal dalam keluarga itu.

"Hasilnya yang istri, suami, dan satu anaknya positif. Terus yang manula sama satu batita hasilnya negatif. Jadi, yang kakek sama batita ini diungsikan ke tempat lain. Sedang yang 3 orang ini menjalani isolasi mandiri di rumah," katanya, Sabtu (29/8/2020).

Suharjono melanjutkan, dia telah memihta kepada Puskesmas setempat dan Satgas Covid turun melakukan tracking terhadap warga sekitar. Khususnya yang berpotensi terpapar dan pernah menjalani kontak langsung.

"Saya sudah komunikasi dengan Puskesmas untuk visit melakukan pencegahan, tapi sampai sekarang belum ada tindakan di lapangan. Karena kalau kita warga di sini hanya bisa melakukan hal terbatas. Jadi kan kalau Satgas itu misalnya mentracking siapa saja yang pernah kontak, lalu dirapid," imbuhnya.

Baca Juga:  4 Provinsi Nihil Kasus Positif Corona per 29 Agustus 2020

Menurut dia, hanya tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang terjun ke lokasi melakukan penyemprotan disinfektan. Meski harus diapresiasi, kata dia, tindakan itu sebatas pencegahan dan tidak bisa mendeteksi lebih jauh siapa yang terpapar dan siapa yang tidak.

"Kita apresiasi tim dari BPBD sigap, dan langsung melakukan penyemprotan serta pengawasan. Kita harap dari instansi pemerintah lainnya turun, khususnya itu tadi mentracing lalu me-rapid warga yang dianggap berpotensi terpapar," ucapnya.

Pengurus lingkungan dan warga perumahan telah bermusyawarah untuk membantu keluarga S yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka bahkan sudah sepakat menyisihkan bantuan sukarela, masing-masing minimal Rp100 ribu guna mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

"Saya kira kita harus bahu-membahu menghadapi Covid ini, saling mengingatkan, disiplin, dan menjaga gaya hidup sehat dan bersih. Jadi kalau pun ada warga kita yang terkena, kita bantu mereka, begitupun dari pemerintah harus melakukan juga tanggung jawabnya," tandasnya.

Artikel Asli