Sandiaga Uno: Banyak Peluang Bisnis Baru di Masa Krisis

Nasional | wartaekonomi | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 21:00
Sandiaga Uno: Banyak Peluang Bisnis Baru di Masa Krisis

Pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno meminta kaum milenial tidak lagi menggantungkan nasibnya pada perusahaan, tetapi bisa menciptakan peluang bisnis sendiri dan memanfaatkan dunia digitalisasi untuk meningkatkan ekonomi diri.

Seperti diketahui, pandemi ini berdampak keras pada keberlangsungan bisnis di Indonesia. Sekitar 39,1% usaha terhenti dan sekitar 57,1% usaha tetap berjalan, tetapi produksi menurun. Dampak pandemi juga menciptakan sekitar 3,05 juta pengangguran akibat PHK massal (data berdasarkan Kemenaker per 2 Juni 2020).

Baca Juga: Sandi: Saatnya Startup & UMKM Jadi Penyelamat Ekonomi Nasional

Dengan dampak yang cukup keras dan Indonesia sudah berada di dasar keterpurukan, Sandi menegaskan agar seluruh pihak harus berani untuk bangkit dan mulai mencari peluang bisnis untuk bertahan hidup.

Sandi pun memberi solusi untuk para UMKM yang tengah struggling. "Lakukan yang kalian suka dan kerjakan yang kalian cintai. Itu langkah paling dasar agar usaha yang dilakukan bisa lebih bertahan," kata Sandi dalam "Indonesia Young Entrepreneur Summit" pada Sabtu (29/8/2020).

Strategi lainnya agar UMKM untuk dapat bertahan di tengah pandemi lanjutnya adalah harus berani mengubah bisnis model. "Bila awalnya bisnis fashion yang mandek, tapi karena suka masak mungkin coba bisnis kuliner. Selain itu, juga harus berani memodifikasi produk yang disesuaikan dengan tren pasar saat ini. Digital marketing is a must," ujarnya.

Sandi menegaskan, di realita normal saat ini, UMKM juga harus pandai untuk memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produknya. UMKM juga harus pintar memaksimalkan teknologi digital untuk mempromosikan dan memasarkan produk atau jasanya ke masyarakat umum.

"Yang juga bisa menjadi solusi adalah mulai membangun kolaborasi antar-UMKM untuk bersinergi membangun usaha yang lebih kokoh. Jika semua step-step itu sudah dilakukan, yang terakhir mulai merancang rencana pemulihan usaha pascabencana," tambahnya.

Sandiaga juga menambahkan bahwa yang terpenting jika ingin berwirausaha adalah dengan cara mengubah pola pikir. "Jadi bagi saya inilah kesempatannya dan masa-masa ke depan ini adalah masa keemasan ekonomi dan dunia usaha Indonesia sehingga kita bisa menciptakan lapangan kerja bagi banyak orang," ujarnya.

Sandi menuturkan, kaum milenial yang saat ini menjadi mahasiswa bisa memanfaatkan teknologi untuk berusaha. Menurutnya, kaum milenial adalah tulang punggung ekonomi.

"Ini kan generasi-generasi yang dahsyat karena sebelum pandemi ini mereka sudah digital needed dan milenial ini menjadi lini terakhir kita untuk di pandemi ini. Milenial juga ini menjadi tulang punggung di fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan," ujarnya.

Oleh karena itu, pendiri PT Saratoga Investama Sedaya ini meminta generasi muda mengubah mindset dan mengambil hikmah di balik wabah corona serta memanfaatkannya sebagai peluang untuk menciptakan lapangan kerja. "Untuk anak muda khususnya yang mencari lapangan kerja, ambil hikmah dari pandemi ini. Temukan potensi diri kita, mungkin selama ini tersimpan, tapi kita abaikan," tukasnya.

Sementara itu, anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Gerindra yang juga Founder KAHMIPreneur, Kamrussamad mendorong kaum muda agar bisa memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usaha. Bahkan, dari data yang didapatnya, tertinggi dalam e-commerce seperti fashion dan kecantikan, travel, dan juga game online. "Bagaimana kita dorong kaum muda untuk bisa memanfaatkan peluang ini," katanya.

Selama pandemi, muncul beberapa dampak negatif antara lain daya beli masyarakat yang menurun, pasokan bahan baku terganggu, produktivitas menurun, hingga ketergantungan dengan teknologi. "Dengan adanya tantangan ini memang lebih tinggi dari biasanya. Namun, sebagai pebisinis kita harus berpikir untuk out off the box dan memanfaatkan teknologi online agar bisnis tetap berjalan dan tidak berujung merugi. Kalau bisa, kita manfaatkan kemajuan teknologi," tegasnya.

Kammussamad menegaskan, sebenarnya banyak keuntungan juga dalam menjalankan e-commerce. Seperti biaya operasional pemasaran dapat dikurangi secara signifikan, mudah, dan cepat karena bisa dilakukan di mana pun berada. Peluang juga sangat luas karena pasarnya tidak terhingga dan terakhir bagaimana bisa menjangkau target pasar secara spesifik.

"Saat ini, bagaimana kita mengembangkannya mulai dari mengetahui hal apa yang lagi tren atau menarik perhatian di social media untuk meningkatkan penjualan melalui sosmed," tukasnya.

Oleh karena itu, dia berharap selalu berinteraksi dengan audience. Serta, melakukan kolaborasi untuk meningkatkan jangkauan audience dan menggunakan social media marketing tools untuk membantu pengelolaan sosmed.

Artikel Asli