Orasi Kebangsaan di Unhan, Megawati Ingatkan Pentingnya Memahami Sejarah

Nasional | inewsid | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 18:35
Orasi Kebangsaan di Unhan, Megawati Ingatkan Pentingnya Memahami Sejarah

JAKARTA, iNews.id - Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri kembali mengingatkan pentingnya memahami sejarah. Pesan itu disampaikan ketua umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu saat memberikan orasi kebangsaan dalam pembukaan studi doktoral Universitas Pertahanan (Unhan) Indonesia.

Di hadapan seluruh mahasiswa, Megawati berbicara mengenai sejarah yang jarang diulas yakni saat pemerintahan Indonesia ingin direbut kembali Belanda bersama Sekutu setelah proklamasi kemerdekaan. Peristiwa itu terjadi pada Januari 1946 ketika Ibu Kota dipindahkan ke Yogyakarta.

"Ketika pemerintah akan pindah setelah proklamasi, pemerintahan akibat pada waktu itu Belanda berupaya untuk masuk kembali bersama dengan sekutu maka oleh Bung Karno dan Bung Hatta, pemerintahan dipindah ke Yogyakarta," kata Megawati yang menyampaikan orasinya secara virtual, Sabtu (29/8/2020).

Saat itu, Megawati menceritakan, Bendera Pusaka Merah Putih dijaga dengan baik. Sang Merah Putih dititipkan kepada Husein Mutahar yang menyelamatkan bendera sampai ke Yogyakarta.

"Ini yang menceritakan adalah Ibu saya sendiri, beliau mengatakan bahwa tidak tahu bagaimana caranya Mutahar, tetapi bendera ini harus selamat sampai ke Yogya. Ternyata itu bendera dipisah dan dibawa, Alhamdulillah selamat ke Yogyakarta dan disatukan kembali," tuturnya.

Dengan jejak sejarah itu, Megawati menegaskan, penghormatan terhadap Merah Putih dalam setiap upacara harus dipahami generasi bangsa. Kerap kali anak muda saat ini, tidak serius saat hormat bendera Merah Putih.

Padahal, menurut Megawati, penghormatan itu merupakan penghargaan dan komitmen menjaga bendera dengan sepenuh jiwa raga. "Itulah sebenarnya kalau di dalam topik yang harus saya katakan, sebenarnya mengisi jiwa nasionalisme, patriotisme kepada anak bangsa kita, bahwa bela negara adalah antara lain membela simbol-simbol kenegaraan yang ada," ujarnya.

Megawati juga memberi masukan agar kurikulum di Unhan memuat suatu studi yang mengajak mahasiswa berkunjung ke daerah-daerah untuk melihat realitas kehidupan masyarakat. Hal itu karena banyak masyarakat yang tidak berpendapatan cukup.

"Banyak loh anak negeri ini yang belum punya kesempatan untuk saling berkunjung. Tetapi Lemhanas, saya singgung sedikit, itu dibuat Bung Karno. Itukan sebetulnya pertemuan untuk calon calon pemimpin bangsa," katanya.

Dalam kesempatan itu, Megawati juga menyerahkan goodie bag berisi syal dan 5 buku. Antara lain: Lahirnya Pancasila, Indonesia Menggugat, Membangun Dunia Kembali, Brave Lady dan Wawasan Pancasila. Goodie bag itu berjumlah 800 buah dan diberikan kepada rektorat, dekan dan dosen serta mahasiswa.

Megawai meminta mahasiswa Unhan tidak memilih buku bacaan agar lahir pemahaman sejarah yang utuh. Megawati juga berpesan agar para mahasiswa terbiasa membaca buku. "Sebagai seorang scientist, sebagai orang terpelajar, buku apapun seharusnya dibaca," ucapnya.

Artikel Asli