Perhatikan, 3 Langkah Berinvestasi di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional | ayosemarang | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 16:45
Perhatikan, 3 Langkah Berinvestasi di Tengah Pandemi Covid-19

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM – Pandemi Covid-19 juga berdampak pada sektor ekonomi dan investasi. Namun, bukan tidak mungkin kalian tidak dapat memulai investasi di saat pandemi Covid-19. 

Bagaimana pun, selalu ada keuntungan yang ditawarkan saat seseorang mulai berinvestasi.

Keuntungan berinvestasi saat pandemi Covid-19 adalah hasil yang dituai ketika pandemi telah berakhir akan bernilai lebih. Biasanya harga akan kembali normal dan setiap investor punya kesempatan untuk mendapatkan untung dari produk yang dimilikinya.

Berikut 5 langkah aman berinvestasi berikut ini menurut Chairman & President Asosiasi Perencana Keuangan IARFC (International Association of Register Financial Consultant) Indonesia, Aidil Akbar.

AYO BACA : Komunitas Investor: Investasi di saat Pandemi Covid-19 Sangat Tepat

Pertama, siapkan terlebih dahulu dana darurat. Aidil mengatakan, sebelum memutuskan untuk berinvestasi sangat penting untuk memperhatikan dana darurat atau dana likuid. Sebab, saat ini kondisi ekonomi dalam ketidakpastian.

Dana darurat ini berfungsi sebagai cadangan atau simpanan yang dapat digunakan jika situasi darurat menghampiri. Artinya, dana ini tidak dapat diganggu dan harus diperkuat sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

“Dana untuk investasi jangka pendek sangat dibutuhkan. Sukuk ritel SR013 memenuhi kriteria tersebut dari sisi keuangan, sangat baik untuk digunakan dalam kondisi darurat. Meski 3 tahun tenornya, ini masih bisa digunakan untuk investasi jangka pendek atau menengah, bisa untuk emergency fund,”  ujarnya dalam peluncuran Sukuk SR013 virtual, Jumat (28/8/2020).

Kedua, disarankan untuk melunasi utang-utang yang bersifat konsumtif. Selain menguatkan cashflow, kata Aidil, calon investor juga harus memperhatikan utang yang dimiliki. Menurutnya, masyarakat yang bisa bertahan dipastikan punya dana likuid.

AYO BACA : Cerita Deny Jual Puluhan Kaset Pita di Rumah Makan Padang Jaya

Setelah utang terbayarkan, dana yang tersisa bisa dialokasikan untuk berinvestasi. Selama ini, masyarakat cenderung mengandalkan investasi dengan jenis deposito. Padahal, investasi di sukuk bunga justru menguntungkan. Imbal hasil yang ditawarkan lebih tinggi dan juga memiliki risiko yang rendah. 

“Selama ini masyarakat lumrah mengandalkan tabungan dan deposito, tetapi return rendah. Sukuk SR013 ini sangat cocok karena memiliki return 6,05 persen dan minim risiko. Berdasarkan referensi yang saya punya, bunga deposito tertinggi hanya 5,25 persen,” ujarnya.

Ketiga, yang harus diperhatikan sebelum berinvestasi adalah memilih investasi yang aman. Aidil mengingatkan, agar masyarakat tak mudah tergiur investasi dengan iming-iming imbal hasil tinggi dan tak masuk akal.

Menurut Adil, investasi bodong bisa terjadi karena ada pelaku dan kurangnya edukasi terhadap masyarakat. Namun, tidak jarang orang-orang berpendidikan tinggi pun menjadi korban investasi bodong.

“Edukasi saat ini banyak di media sosial, tapi akhirnya keputusan investasi dipertimbangkan ke feeling, bisa kaya mendadak, return lebih tinggi, jadi banyak yang memutuskan investasi di luar kebiasaan,” ujarnya.

AYO BACA : Investasi Bodong Kian Marak, Ini Ciri-cirinya

Artikel Asli