Tak Hanya Rendang, Rumah Makan Padang Jaya Jual Puluhan Ribu Kaset Pita

Nasional | ayosemarang | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 14:50
Tak Hanya Rendang, Rumah Makan Padang Jaya Jual Puluhan Ribu Kaset Pita

SEMARANGTENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Deny Kurniawan, pemilik Warung Makan Padang bernama Jaya di Ruko Bubakan Baru A16 Jalan Agus Salim Semarang, sedang bersantai sambil menunggu pembeli datang. 

Deny merupakan penerus pemilik rumah makan yang sebelumnya ditangani langsung oleh ayahnya, Amir.

"Monggo mas, silangkan masuk. Mau pesan apa?" ujarnya, seraya bangkit dari tempat duduknya dan menyapa tim Ayosemarang.com.

Dilihat dari luar, Rumah Makan Padang Jaya miliknya hampir tak jauh beda dengan rumah padang pada umumnya di Semarang. Berbagai macam olahan makanan berupa sayur dan lauk bumbu khas Padang tersaji di balik etalase kaca dengan tulisan Masakan Padang.

Rumah makan tersebut tetap ramai meskipun bundaran Bubukan yang tak jauh dari lokasi masih dalam tahap pembangunan, 

"Ya yang namanya dagang, kadang ramai kadang sepi, biasa itu," katanya. 

AYO BACA : Kedai Kopi Semar Suguhkan Permainan Augmented Reality, Dijamin Betah!

Namun, ada yang menarik dari rumah makan tersebut, yakni tumpukan kaset pita ang tersusun rapi dan masih terawat. 

Memang, antara rumah makan padang dan pita kaset menjadi pertanyaan tersendiri. Koleksi puluhan ribu kaset pita tersebut termasuk menjadi barang langka lantaran sudah tak lagi produksinya.

"Sebenarnya kaset di sini itu bukan koleksi mas, tapi dagangan juga seperti masakan padang ini. Adapun yang dulu membuka rumah makan padang dan menjual kaset pita ini adalah bapak saya, Pak Amir. Dulu beliau merintis jualan kaset pita dengan berkeliling Indonesia sebelum menetap. Monggo mas ini diminum dulu es teh manisnya," katanya sambil menawarkan secangkir es teh manis.

Deny memisahkan kaset-kaster itu sesuai genre rock, pop, jazz, lagu barat, instrumental, ceramha uztaz, hingga kaset rekaman suara binatang. Hal itu dilakukan agar mempermudah dirinya dalam melayani pembeli.

Di era digital saat ini, mendengarkan musik lewat kaset pita memang sudah tak banyak dilakukan. Orang lebih memilih mendengarkan lewat streaming atau aplikasi pemutar musik di handphone atau perangkat pintar lainnya. 

Otomatis, lantaran perkembangan zaman yang maju saat ini, membuat kaset pita sedikit tergeser bahkan hilang. Padahal kaset pita pernah berjaya di masanya sekita tahun 70-an hingga 2000-an.

AYO BACA : Ada Srikandi Bagi-bagi Masker di Alun-alun Kota Tegal

"Kalau dibilang kolektor, ya nggak juga sih mas. Ini karena saya benar-benar berdagang. Jadi kaset pita ini saya jual dengan harga aslinya. Bukan harga kolektor," imbuhnya.

Deny pun mematok harga yang relatif terjangkau dalam menjual kaset pitanya. Dengan nemebus Rp18.000 - Rp20.000, pembeli bisa membawa pulang kaset pita yang diinginkan. 

"Pada era 80' ada semacam Nia Deniati. Kalo 90' an ada Stinky, Dewa. Yang terbilang paling muda keluaran tahun 2012-an, musik-musik pop kayak (band) Ungu, Radja, ST12. Kalau Dulu, ramai Nike ardila, beli kaset satu dus pasti habis, tapi sekarang sudah tidak ada lagi kasetnya," imbuhnya.

Deny mengaku hanya menghabiskan stok kaset pitanya saja. Dalam sehari pun belum tentu ada yang membeli kaset pitanya tersebut. 

 Dirinya pun tidak terlalu ambisius untuk mengembangkan bisnis kaset pita tersebut.

"Begini aja mas. ndak ada niatan untuk mengembangkan sih. Kita habiskan stok saja dan tidak kulakan lagi," ungkjap pria yang murah senyum tersebut.

Saat ditanya apa kelebihan dari kaset pita, Deny mengungkapkan, jika suara yang dihasilkan kaset pita memiliki karakternya tersendiri. Selain itu, jika pita dalam kaset rusak, cukup di potong sedikit dan kemudian bisa di sambung lagi cukup dengan lem.

"Kalau pita kaset kusut dan rusak cukup digunting lalu di sambung dengan lem. bisa diputar kembali cuman kehilangan suara dari yang terpotong tadi. Tapi kalau CD rusak ya sudah ndak bisa diapa-apain lagi," terangnya.

"Dan merawatnya pun nggak sulit, cukup rajin dibersihin saja. Dan sering-sering di putar saja biar tau rusak atau tidaknya,"ucapnya. .

AYO BACA : Keren! Kedai Kopi Ini Berikan Konsultasi Hukum Gratis untuk Pengunjung

Artikel Asli