Pasokan Melimpah, Harga Sayuran di Kendal Turun

Nasional | ayosemarang | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 12:50
Pasokan Melimpah, Harga Sayuran di Kendal Turun

KENDAL,AYOSEMARANG.COM -- Pasokan sayur yang melimpah mengakibatkan harga sayur-mayur di pasaran turun.

Hal tersebut bertepatan dengan mulainya musim panen sejumlah tanaman sayur dari wortel, kol, tomat, cabai, hingga brokoli.

Bahkan, turunnya harga sejumlah komoditi sayuran diikuti beberapa kebutuhan dapur seperti bawang merah. 

Pedagang sayuran di Pasar Kota Kendal, Nanik mengatakan turunnya sejumlah komoditi sayuran di Kendal sudah terjadi sepanjang Agustus. 

Katanya, stok melimpah membuat harga turun dari harga yang dipatok biasanya.

AYO BACA : Pandemi Covid-19, Penjualan Biji Kopi Kendal Lesu

Kata Nanik, harga 1 kilogram wortel kini hanya dibandrol Rp4.000 dari harga semula Rp10.000. Sedangkan harga kol turun Rp3.800 dari Rp5.000 menjadi Rp1.200 per kilogram.

Untuk harga brokoli dari Rp15.000 menjadi Rp11.000. Harga cabai baik cabai merah atau setan dan cabai rawit yang semula Rp15.000 - Rp16.000, sekarang hanya dibanderol Rp7.000 - Rp8.000 per kilogramnya. Harga cabai rawit hijau juga turun dari Rp12.000 menjadi Rp7.000 per kilogramnya.

"Hanya bawang putih yang saat ini harganya cukup tinggi. Semula Rp15.000 - Rp16.000 kini Rp23.000 - Rp25.000 per kilogram," jelasnya di Kendal.

Penurunan harga juga dialami kembang kol yang semula Rp17.000 menjadi Rp10.000 per kilogramnya.

 "Penurunan harga sayuran sudah terjadi beberapa pekan terakhir karena sedang panen raya. Sehingga stok barang cukup melimpah. Semoga banyaknya stok juga diimbangi dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat agar perputaran barang tetap terjaga," harapnya.

AYO BACA : Adhisty Zara Dapat Bunga dari Angga Yunanda, Begini Isi Pesannya

Sementara Plt Kepala Dinas Perdagangan Kendal, Cicik Sulastri, mengatakan melimpahnya stok sayuran seharusnya bisa meningkatkan inovasi pedagang untuk menjualkan berbagai sayuran yang ada. Terlebih saat pandemi Covid-19 melalui dagang online dengan harga yang terjangkau.

Ditambahkan, masyarakat maupun pedagang warungan juga diuntungkan dengan harga sayuran yang semakin murah. Mereka pun dapat berkreasi dengan membuat aneka makanan dari bahan sayuran untuk menghasilkan aneka produk dengan nilai jual tinggi.

Cicik berharap momen panen raya sayuran dapat membantu masyarakat Kendal dalam memenuhi kebutuhan sayur dengan harga murah saat pandemi covid-19.

"Kita selalu imbau kepada pedagang untuk berkreasi semampunya, misal dengan jual online dengan harga terjangkau pasti banyak yang cari. Kita Dinas Perdagangan juga selalu pantau harga-harga bahan baku yang penting di pasaran, seperti padi, jagung, cabai, bawang merah dan lainnya. Supaya harga di masing-masing pasar sama rata dan tidak ada kecemburuan," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan, Pandu Rapriat Rogojati, membenarkan jika sebagian petani di sejumlah wilayah Kendal panen komoditi sayuran. Terutama para petani di bagian atas seperti Limbangan maupun Boja.

Pihaknya sadar betul dengan adanya panen raya menyebabkan stok sayuran melimpah dan harga turun. Namun, DPP tidak bisa berbuat banyak terkait melimpahnya stok sayuran lantaran termasuk komoditi yang tidak bertahan lama setelah dipanen.

"Komoditi jenis sayuran ini memang tidak bisa bertahan lama. Apalagi kita belum punya semacam tempat pendingin untuk menyimpannya, jadi agak susah untuk menjaga hasil panen," terangnya. Ia berharap seberapa banyaknya hasil panen bisa terserap menyeluruh di kalangan masyarakat baik di wilayah Kendal maupun luar daerah.

"Sebenarnya diprediksi panen (sayuran) sejak bulan kemarin. Namun karena musim hujan yang mundur, panen pun jadi mundur. Kita berharap hasil panen petani bisa terserap semua dengan harga yang terjangkau, syukur-syukur bisa membantu kebutuhan masyarakat saat pandemi," tutupnya.

AYO BACA : Petani Tembakau di Kendal Terancam Merugi Gara-gara Cuaca Tak Menentu

Artikel Asli