Kecanduan Sabu, Guru Honorer Jadi Pengedar Narkoba

Nasional | okezone | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 03:17
Kecanduan Sabu, Guru Honorer Jadi Pengedar Narkoba

TANGGAMUS - Oknum guru honorer salah satu SD di Kota Agung Timur, berinisial EA (24) warga Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Kota Agung Timur, ditangkap Satreskoba Polres Tanggamus, karena diduga terlibat jaringan pengedar sabu.

Di hadapan petugas tersangka EA mengatakan, barang haram itu didapatkan dengan cara membeli dari rekannya yang juga berada di Kota Agung. Ia juga mengaku selama dua bulan terakhir menjual sabu. Sementara sebagai pemakai sabu, diakuinya sudah sejak tahun 2017.

Tersangka mengaku terpaksa menjual sabu, karena butuh uang agar bisa kembali menghisap sabu.

"Biar uangnya kembali, saya beli seharga Rp1 juta, mendapatkan lima paket. Satu paket dipakai dan empat paketnya dijual lagi seharga Rp1 juta, jadi bisa pakai tanpa uang habis," ujar tersangka dilansir dari Sindonews.com, Jumat 28 Agustus 2020.

"Pelanggan yang membeli sabu kepada dirinya adalah orang-orang yang dia kenal, yang juga merupakan orang dewasa warga Kota Agung. Tersangka ditangkap saat berada dirumahnya di Pekon Tanjung Jati, Kota Agung Timur, Rabu (26/8/2020) pagi," ungkap Kasatreskoba Polres Tanggamus, AKP I Made Indra.

Sejumlah barang bukti berhasil disita dalam penangkapan tersebut. Di antaranya satu pipa kaca/pirek bekas pakai, satu alat hisap sabu/bong, lima plastik klip ukuran sedang sisa pakai, dua plastik klip ukuran besar yang berisikan plastik klip kosong, satu skop, dua jarum suntik, dua korek api gas, satu bungkusan dan dua unit handphone.

Baca Juga : Kawanan Perampok Nasabah Bank Ditangkap Polisi, Satu Ditembak Mati

Barang bukti tersebut sebagian diamankan di kamar, dan sebagian diamankan di ruang depan rumah tersangka, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap penyedia barang haram kepada tersangka.

Saat ini tersangka dan barang bukti ditahan di Satreskoba Polres Tanggamus, guna proses penyidikan lebih lanjut. Tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 UU No. 35/2009 tentang Narkotika, ancaman hukumannya 12 tahun penjara.

Artikel Asli