Satu Pasien Positif Covid-19 di Sukabumi Meninggal

Nasional | republika | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 01:30
Satu Pasien Positif Covid-19 di Sukabumi Meninggal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyebutkan satu pasien positif Covid-19 di kabupaten itu meninggal dunia, Jumat. Pasien tersebut sempat menjalani perawatan di ruang khusus di salah satu rumah sakit rujukan di Kabupaten Sukabumi.

Perwakilan Satgas Percepatan Penangan  Covid-19 Kabupaten Sukabumi Eneng Yuliadi mengungkapkan, pasien yang meninggal tersebut merupakan pria warga Kecamatan Cibadak berusia 66 tahun. Pemakaman dilakukan dengan protokol Covid-19 dan dihadiri beberapa orang keluarga yang hanya bisa menyaksikan dari jarak jauh.

Menurut Eneng, pasien tersebut memiliki komorbid berupa dispepsia. Selain itu, usia pasien pun sudah tua, sehingga dengan komplikasi penyakit itu kesehatannya terus menurun.

Dengan bertambahnya satu pasien Covid-19 meninggal dunia, saat ini sudah ada tiga pasien yang meninggal akibat virus yang vaksinnya masih dalam tahap uji coba ini. Total warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 99 orang, tiga di antaranya meninggal dunia, 89 sembuh, empat orang jalani isolasi mandiri dan tiga lainnya dikarantina.

"Kasus sebaran Covid-19 di Kabupaten Sukabumi masih berfluktuasi setiap harinya, diharapkan kedepannya tidak lagi ada penambahan kasus baru apalagi sampai ada yang meninggal dunia," jelas Eneng di Sukabumi, Jumat.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Marwan Hamami kembali mengingatkan seluruh warganya agar disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak, dan berperilaku hidup bersih dan sehat. Ia menjelaskan, virus yang bisa menyebabkan kematian ini bisa menyerang siapapun warga.

Bupati pun mengimbau agar tidak bepergian keluar kota dahulu, khususnya zona merah jika tidak ada yang penting atau mendesak. Ia tak ingin warganya berangkat keluar kota hanya untuk wisata, sebab berpotensi tertular Covid-19.

Artikel Asli