Rahasia Lafaz Asmaul Husna Al Halim
PEKALONGAN, iNewsPantura.id - Rahasia Lafaz Asmaul Husna Al Halim dikutip dari Habib Muhammad bin Yahya Pekalongan.
Artinya: Hanya milik Allah Al-Asm-ul-Husn. Oleh karena itu, bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Al-Asm-ul-Husn itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS Al-Arf : 180)
Salah satu Al-Asma`ul Husna adalah Al-Halim (), seperti yang Allah Subhanahu wa Taala sebutkan:
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. (Al-Baqarah: 263)
Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (Fathir: 41).
Imam Ahmad Bin Ahmad az-Zarruq al-Maghribiy (wafat 899 Hijriyah) menyatakan di antara nama Al-Asmaul Husna (nama Allah yang indah) adalah al-Halim (Yang Maha Penyantun) memiliki khasiat bagi orang yang lazim menyebutnya;
@ Mendapat ketenangan batin.
@ Menjadikan seseorang pemimpin yang bijjak.
@ Imam as-Suhrawardiy menyebutkan siapa saja yang lazim membaca Ya Halimu dapat menjadikan seseorang berwibawa, perkataan dan pendapatnya selalu didengar dan diterima orang lain, memiliki ketajaman dan kekuatan pada panca indranya.
@ Siapa saja yang menulis nama ( ) pada buah quince (banyak ditemukan di Total Supermarket) lalu diberikan kepada orang yang ia cintai, dengan izin Allah Taala orang yang memakan buah quince tersebut akan jatuh cinta kepadanya. Seandainya buah quince sulit ditemukan tulislah nama ( ) pada buah apel.
Aksi Brutal Geng Motor Serang Pedagang Martabak di Bandung Terekam CCTV, Kini Diburu Polisi
@ Apabila nama ( ) ditulis di sebuah kertas lalu dituangkan air kemudian air tersebut dibasuhkan kepada alat perkakas yang digunakan mencari usaha, maka dengan izin Allah Taala akan datang keberkahan pada usaha tersebut. Bila dia tukang penebang kayu, maka basuh pada kampak atau gergajinya. Jika ia berprofesi sebagai tukang ukir, basuh pada pahatnya, bila dia sebagai tukang mancing atau tukang jala ikan basuh pada tegeg (joran) atau jalanya. Bila dia sebagai driver Grab, Gojeg atau uber maka basuhlah pada kepala kendaraan yang ia gunakan. Jika tukang sembelih hewan Qurban, basuh pada golok atau pisaunya. Tukang gorengan, basuh pada bejananya.










