Loading...
Loading…
Utusan Khusus AS Untuk LGBTQI Mau Datang Sekum Muhammadiyah Bilang Begini

Utusan Khusus AS Untuk LGBTQI Mau Datang Sekum Muhammadiyah Bilang Begini

Powered by BuddyKu
Nasional | RM ID | Jumat, 02 Desember 2022 - 18:18

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu\'ti angkat bicara soal rencana kedatangan Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Memajukan Hak Asasi Manusia LGBTQI+ Jessica Stern ke Indonesia, pada 7-9 Desember 2022.

Seperti dijelaskan Kementerian Luar Negeri AS melalui situs resminya, dalam kunjungan ini, Stern akan bertemu dengan pejabat pemerintah dan perwakilan dari masyarakat sipil, untuk membahas hak asasi manusia. Termasuk,memajukan hak asasi manusia LGBTQI+.

Rencana kunjungan Jessica Stern ke Indonesia, hanya akan menimbulkan masalah sosial, keagamaan, dan politik di Indonesia. Dalam situasi sekarang ini, kunjungan Jessica Stern sudah pasti akan menimbulkan kegaduhan, dan potensi perpecahan kelompok yang pro dan kontra terhadap LGBT, ujar Mu\'ti melalui pesan aplikasi yang diterima RM.id, Jumat (2/12).

Kalau alasannyauntuk membela HAM, Mu\'ti mengatakan, ada persoalan yang sudah jelas-jelas terjadi di Palestina. Tapi, AShanya diam seribu bahasa.

Mu\'ti menekankan, perilaku LGBTQI+jelas bertentangan dengan ajaran agama Islam dan Pancasila.

Mayoritas bangsa Indonesia beragama Islam. Sila pertama, Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa, tegas menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang religius.

Dalam konteks ini, Mu\'ti mengatakan,Jessica Stern dan pemerintah Amerika Serikat hendaknya menghormati Indonesia sebagai negara yang berdaulat. Dengan tidak memaksakan nilai-nilai yang bertentangan, dengan moral dan kepribadian luhur bangsa Indonesia.

Pemerintah Indonesia memiliki hubungan diplomatik dan bilateral yang baik dengan Amerika Serikat. Tapi, demi kepentingan politik dalam negeri, terutama untuk menjaga persatuan bangsa, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, dapat menyampaikan keberatan dengan kehadiran Jessica Stern ke Indonesia, papar Mu\'ti.

Menurutnya, di tengah upayamemulihkan ekonomi yang sulit akibat Covid-19 dan memasuki tahun politik 2024, bangsa Indonesia memerlukan situasi politik dalam negeri yang kondusif.

Berbagai hal yang berpotensi menimbulkan polarisasi dan perpecahan di masyarakat, harus dihindari.

Selama ini, kata Mu\'ti,pemerintah Indonesia menjalin kemitraan yang baik dengan AS.Misalnya, dalam masalah Myanmar dan Afghanistan.

Terkait hal tersebut, ormas Islam mendukung sikap dan program pemerintah Indonesia dan AS, untuk perlindungan dan pemberdayaan perempuan di Afghanistan.

Tetapi dalam hal LGBTQI+umat Islam sudah jelas menolak.

Pemerintah Amerika Serikat, hendaknya memahami psikologi dan pandangan umat Islam Indonesia terhadap LGBTQI+. Jangan sampai, hubungan dan kerja sama yang selama ini sudah terbangun antara masyarakat Indonesia dan Amerika Serikat dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan kemanusiaan yang terjalin dengan baik, menjadi rusak akibat kunjungan Jessica Stern ke Indonesia, pungkas Mu\'ti.

Sekadar info, pengertian LGBTQI+ mencakupkelompok masyarakat lesbian, gay, biseksual, transgender, queer , intersex .

Tanda + mewakiliorang yang tidak mengidentifikasi gender atau orientasi seksual.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{
{