Video Diduga Guru Asik Nyawer Biduan Viral di Medsos, Ketua PGRI : Berbagi Dengan Masyarakat

Video Diduga Guru Asik Nyawer Biduan Viral di Medsos, Ketua PGRI : Berbagi Dengan Masyarakat

Berita Utama | BuddyKu | Kamis, 1 Desember 2022 - 06:10
share

PANDEGLANG- Video seorang pria asik nyawer biduan di acara HUT PGRI Ke 77 dan Hari Guru Nasional (HGN) di Alun-alun Pandeglang pada Minggu (27/11/2022) lalu, ramai di Media Sosial. Video tersebut ramai lantaran pria tersebut mengenakan seragam PGRI.

Tampak dalam video tersebut, seorang pria membagikan uang cukup banyak dengan nominal Rp50 ribu pada kedua biduan. Sesekali dalam video pria tersebut memeluk para biduan sambil memberikan uang yang ia pegang.

Menanggapi video tersebut, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pandeglang, Yuskiah mengakui bahwa video tersebut terjadi saat perayaan HUT PGRI Ke 77 dan Hari Guru Nasional (HGN). Namun, ia mengklaim jika tidak ada unsur apapun dalam peristiwa tersebut.

"Itu nggak ada unsur apa-apa. Hanya mungkin perayaan HUT. Kemudian juga sebagai melampiaskan kebahagiaan, tidak ada unsur apa-apa," kata Yuskiah, Rabu (30/11/2022).

Dirinya juga mengklaim, jika uang saweran yang dibagikan pada para biduan merupakan uang pribadi bukan dari PGRI. Bahkan dirinya menilai jika saweran tersebut sebagai bentuk kebahagiaan dan berbagi dengan masyarakat.

"Itu uang pribadi dari pak Haji Endang sebagai ketua koperasi, jadi bukan hanya ke PGRI tapi ke Majlis taklim, mesjid, musala dan lainnya dia berbagi. Apalagi ini ke guru-guru yang berulang tahun jadi beliau ini menyisihkan hartanya untuk kebahagiaan guru. Itu sawerannya sopan ga hura-hura ga apa-apa terlihatnya, hanya memberikan saweran saja, berbagi dengan masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dindikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto menyampaikan jika pria dalam video tersebut bukan merupakan seorang guru melainkan sebagai tamu yang diberikan baju PGRI. Akan tetapi dirinya akan melakukan pemanggilan untuk mengklarifikasi video tersebut dan melakukan pembinaan pada PGRI.

"Membuat permintaan maaf kepada publik atas yang dipertontonkan acara yang diselenggarakan bahwa sampai akhirnya ada saweran seperti itu. Nah jadi harus minta maaf begitu dia melakukan saweran memakai baju PGRI. Pembinaan PGRI kami akan melakukannya ke pengurus, besok atau lusa saya akan segera panggil melalui kedinasan pengurusnya untuk membuat klarifikasi," tegasnya.

Padahal, menurut Toto, sebagai tamu undangan yang bersangkutan harusnya melepas terlebih dahulu seragam PGRI sebelum melakukan aksi saweran agar tidak menimbulkan persepsi yang negatif di masyarakat.

"Harusnya dilepas dulu. Dia sebagai tamu, karena nyumbang oleh sponsor maka spontanitas oleh pengurus mungkin dikasih penghormatan memakai baju PGRI. Sangat menyayangkan, itu moment yang bagus hari guru hari yang sakral. Mestinya hal-hal yang baik, keberhasilan merdeka belajar atau kepedulian guru terhadap misalnya yang tidak mampu pada kondisi anak-anak yang perlu ada bantu dan sebagainya," tambahnya. (Med/Red)

Topik Menarik