Loading...
Loading…
Kembali Terlibat Kasus Hukum, Kriminolog Soroti Arogansi Ormas Batalyon 120 yang Dilegitimasi SK Wali Kota

Kembali Terlibat Kasus Hukum, Kriminolog Soroti Arogansi Ormas Batalyon 120 yang Dilegitimasi SK Wali Kota

Powered by BuddyKu
Nasional | PortalMedia | Minggu, 20 November 2022 - 13:47

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Nama Organisasi Masyarakat (Ormas) Batalyon 120 Makassar kembali jadibuah bibiryang kurang sedap. Jika sebelumnya ormas bentukan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanton ini muncul dengan berita penggerebakan, kali ini muncul dengan berita aksi perusakan.

Aksi perusakan itu dilakukan oleh pemuda bernama Rusdi (23) yang diduga merupakan Ketua Umum Ormas Batalyon 120 dan dua rekannya berinisial MI (20) dan HI (35). Dugaan ini terkonfirmasi benar bahwa Rusdi adalah Ketua Batalyon 120 dari nama pelaku perusakan dan foto dari Rusdi yang berapa kali terpampang di media lokal Makassar sebagai Ketua Batalyon 120.

Polisi menyebut aksi perusakan tersebut dipicu lantaran adanya kesalahpahaman antara juru parkir dengan beberapa pemuda hingga berujung saling kejar masuk ke Hotel Grand Maleo Makassar.

Ahli Hukum Pidana atau Kriminolog UMI Makassar, Hj Nur Fadhilah Mappaselleng SH MH Ph D beberapa kali terlibat dalam kasus hukum, mestinya pembentukan Ormas Batalyon 120 atau B120 ini penting untuk ditinjau kembali.

"Perlu ditinjau kembali lebih dalam, ormasnya ini tidakkah akan menimbulkan masalah baru dalam masyarakat, sebab belakangan justru petinggi-petinggi ormas yang melakukan arogansi," kata Nur Fadhilah kepada Portalmedia.id, Sabtu (19/11/2022).

"Petinggi ormas melakukan arogansi, karena mereka dilegitimasi dengan sebuah SK wali kota, padahal mereka kan harusnya menjaga ketertiban masyarakat," sambung Nur Fadhilah.

Untuk itu, lanjutnya, terlebih dahulu harus diketahui apa dasar pembentukan dari Ormas Batalyon 120 ini.

"Perlu ditinjau ulang apa dasar pembentukannya. Apakah ini sudah melalui peninjauan yang mendalam. Ada pakar kah? Atau hanya sekedar memperlihatkan bahwa ini menambah massa," jelas Nur Fadhilah.

Tumpang Tindih dengan Tugas Aparat Hukum

Nur Fadhilah juga menilai pembentukan OrmasBatalyon 120 dapat tumpang tindih dengan tugas aparat penegak hukum.

"Jadi kita melihat dulu dasar pembentukannya, kalau dasarnya tepat pasti sasarannya tepat, tapi kalau dasar hanya mengumpulkan massa karena ormas ada kekuatan di situ, tentunya ini bisa menimbulkan hal baru yang seharusnya dianggap bisa mengatasi kriminal ternyata dia yang diatasi," beber Nur Fadhilah.

"Mereka juga diberdayakan katanya, hal ini juga perlu ditinjau ulang, mereka diberdayakan seperti apa dan bagaimana," lanjut Nur Fadhilah.

Beri Perhatian pada Siskamling

Nur Fadhilah menyarankan agar pemerintah lebih memerhatikan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) karena menurutnya lebih efektif bagi masyarakat.

"Soal Siskamling, akan lebih baik jika ini diefektifkan. Siskamling justru lebih bagusuntuk memelihara keamanan di lorong-lorong," katanya.

"Beda dengan ormas, jika tiba-tiba berbuat masalah, pencitraannya akan kurang bagus. Justru menjadi penyakit baru kalau begitu. Belum lagi jika massa dari ormasnya besar, justru semakin bahaya. Sebab memelihara preman dan berpotensi perkelahian antarkelompok. Kita masih percaya kalau aparat seperti Siskamling, sebab bekerja dengan sistem, beda dengan ormas," tegas Nur Fadhilah.

Kembali Berakhir Damai, Pengatmat Hukum: Jangan Tebang Pilih

Untuk diketahui, kasus hukum yang melibatkan Ormas Batalyon 120 ini hampir sama dengan kasus sebelumnya, di mana anggota ormasyang digerebek dengan senjata tajam dan sejumlah botol minuman keras tersebut dipulangkantanpa adanya hukuman, kasus perusakan hotel pun berakhir damai dengan sejumlah kesepakatan.

Menanggapi hal ini, Pengamat Hukum Dr Hj Sri Lestari SH MH mengatakan,meski ormas Batalyon 120merupakan bentukan dariForkopimda atau Wali Kota Makassar tetap harus mengikuti prosedur hukum jika memang ada pelanggaran.

"Proses hukum harus tetap berjalan tanpa tebang pilih, meski bentukan dari Forkopimda," kata Sri Lestari.

"Kalau memang terbukti, tetap tidak boleh tebang pilih. Yang pertama beri sanksi kode etik, selanjutnya proses hukum harus tetap berjalan," tambah Sri Lestari.

Sanksi Organisasi

Sri Lestari juga menyatakan bahwa internal Ormas Batalyon 120 harus memberikan sanksi terhadap para anggotanya yang melanggar sesuai prosedur yang berlaku pada aturan ormas tersebut.

"Karena berdasar teori setiap organisasi pasti punya aturan hak dan kewajibannya, tanggung jawabnya , SOP dalam melakukan kinerjanya, kalau sudah tidak sesuai ya jelas ini sudah melanggar," tukasnya.

Ormas Batalyon 120: Ini Masalah Pribadi

Organisasi Batalyon 120 angkat bicara usai kejadian di Hotel Grand Maleo Makassar. Insiden yang jadi perbincangan hangat di publik Kota Daeng itu disebut hanya masalah pribadi, tidak melibatkan nama besar ormas B120

"Meskipun ada Ketua di sana, itu tidak mewakili Batalyon 120, ketika ada salah satu di antara kami mendapatkan masalah di jalan belum tentu mewakili kami (Batalyon 120) dan bisa saja itu persoalan pribadi dan tidak terkonfirmasi oleh anggota Batalyon lainya," kata Kordinator Dewan Komando Ormas Batalyon 120, Faizal Sahabuddi dikutip dari beberapa pernyataannya saat ekspose.

Kata Faizal dari berbagai sumber informasi di lokasi, insiden berawal dari adanya sejumlah pemuda yang dalam keadaan mabuk menegur pengendara motor yang melintas.

"Ada orang yang berboncengan laki-laki dan perempuan dari Jalan Pettarani menuju Hotel Maleo dengan mengendarai motor secara ugal-ugalan, ditegur sekumpulan anak muda di depan Indomaret, akan tetapi dalam kondisi mabuk akhirnya terjadi perkelahian di depan Indomaret setelah itu berhamburan masuk lorong," beber Faizal.

Setelah itu, para OTK itu pun melakukan swiping di kawasan depan Hotel Grand Maleo Makassar. Tidak lama salah satu anggota Batalyon 120 melintas dan langsung dihantam dengan helm oleh para OTK.

"Kebetulan yang dikeroyok adalah teman dari Batalyon 120, setelah dikeroyok lalu pulang di rumahnya dan bertemu dengan beberapa yang lain. Karena melihat ada yang babak belur, mereka spontan kembali ke Maleo dan mencari pelaku, akhirnya ketemu di sana dan kembali terjadi bentrok sampai kemudian masuk ke dalam Maleo terjadi perkelahian sampai kemudian terjadi kerusakan," kata Faizal.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{
{