Loading...
Loading…
Penangkapan H Kako Diduga Tak Profesional, Polda NTB Lakukan Asesmen

Penangkapan H Kako Diduga Tak Profesional, Polda NTB Lakukan Asesmen

Powered by BuddyKu
Nasional | LombokPost | Senin, 14 November 2022 - 12:38

MATARAM -Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus penyalahgunaan narkotika yang diduga melibatkan NL (inisial, Red) alias H Kako. Penanganannya dipantau langsung Ditresnarkoba Polda NTB.

Itu menjadi atensi pimpinan, kata Kabid Humas Polda NTB Kombespol Artanto.

Kasus tersebut menjadi sorotan karena proses penangkapan H Kako diduga tak profesional. H Kako ditangkap tim Satresnarkoba Bima Kota di wilayah Ranggo, Kelurahan Nae, Kota Bima, Sabtu (5/11) lalu. Pada penangkapan itu, petugas menemukan 10 poket sabu di bawah karpet mobil H Kako.

Pascapenangkapan itu muncul NF (inisial, Red) mengunggah video berdurasi 57 detik di media sosial. Dalam video tersebut, perempuan itu mengaku dirinya disuruh anggota polisi berinisial R dan pria berinisial AA meletakkan sabu di mobil H Kako.

Ya, R itu anggota polisi, kata Artanto.

Saat ini, R masih diperiksa Bidpropam Polda NTB. Pemeriksaan itu untuk menggali perannya. Masih pendalaman dan pemeriksaan oleh Propam, ujarnya.

Terkait dugaan penjebakan terhadap H Kako, Artanto mengatakan sudah dilakukan gelar perkara khusus. Melibatkan pengawas internal dan Bidang Hukum Polda NTB.

Gelar perkara khusus itu membahas bukti-bukti yang sudah dikumpulkan. Di antaranya rekaman CCTV, sket TKP, dan keterangan saksi-saksi. Kalau terkait hasilnya (gelar perkara khusus) itu sudah masuk terlalu teknis. Tidak bisa saya sampaikan, katanya.

Terhadap H Kako, penyidik menerapkan scientific crime investigation.Yakni melakukan pemeriksaan sampel rambut, darah, dan urine untuk diuji di Labfor Polda Jatim. Langkah ini kita lakukan sesuai dengan Pasal 75 huruf i UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, jelasnya.

Hasilnya ditemukan fakta H Kako positif menggunakan sabu. Namun perannya dalam peredaran gelap narkoba belum cukup bukti. Sehingga, terhadap H Kako tidak dilepas, namun dilakukan asesmen oleh tim asesmen terpadu (TAT) di BNN NTB dalam rangka dapat tidaknya yang bersangkutan direhabilitasi, bebernya.

Begitu juga terhadap NF dan MA sudah dilakukan tes dengan scientific crime investigation. Hasilnya juga positif. NF sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sudah ada cukup bukti, ujarnya.

Artanto mengatakan, sampai saat ini penyidik masih mendalami sumber barang haram tersebut. Dia berjanji akan menyampaikan setiap perkembangan hasil penyidikan. Semua masih dalam proses, pungkasnya. (arl/r1)

Original Source

Topik Menarik