Loading...
Loading…
Kesal Air Busuk Drainase Meluap Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blokade Jalan

Kesal Air Busuk Drainase Meluap Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blokade Jalan

Nasional | telisik.id | Selasa, 04 Oktober 2022 - 12:48

KENDARI, TELISIK.ID - Warga Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Dapu-dapura, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, kesal akibat tak kunjung diperbaikinya drainase yang tersumbat di kawasan tersebut.

Kekesalan warga diluapkan dengan memblokade jalan utama Ir Soekarno sehingga pengendara yang melintas harus memutar arah belakang melewati Jalan Pembangunan.

"Pemblokiran jalan ini karena got sudah delapan bulan tidak dikerja," kata warga Kendari Barat, Ical.

Pemblokiran ini kata Ical, akan terus dilakukan sampai ada upaya perbaikan drainase dari pemerintah Kota Kendari dan Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Sudah lama juga bau busuk got itu meluap ke jalan. Airnya warna hitam, pengendara terganggu baunya itu apalagi warga di sini," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara, Kisman, tak terlalu mempersoalkan pemblokiran jalan tersebut. Ia bahkan mendukung aksi dari warga sekitar.

"Ndak papa memutar dari pada tidak nyaman jalan disitu. Ini juga untuk kepentingan banyak orang," tuturnya.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menanggapi keluhan warga akibat drainase tersumbat dalam unggahan di Instagram Pribadinya @sulkarnainofficial.

Ia mengungkapkan, drainase yang berada di sejumlah wilayah di Kota Kendari berada dalam kewenangan pemerintah pusat dan provinsi.Hal itu tentunya menjadi kendala bagi pemerintah kota, sehingga sulit untuk melakukan renovasi.

"Bahwa sebagian drainase kita itu kan melekat statusnya di jalan. Sehingga beberapa jalan-jalan utama kita statusnya jalan nasional dan jalan provinsi."

"Sehingga kami pemerintah kota tidak leluasa dalam melakukan pembenahan. Tetapi kita insyaAllah tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi agar apa yang menjadi keluhan masyarakat misalnya seperti di Dapu-dapura, bisa diatasi," katanya. (A)

Penulis: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali

Original Source

Topik Menarik