Loading...
Loading…
Lawan Dua Nama Besar, Prabowo Subianto Kalah dalam Simulasi Duel Capres

Lawan Dua Nama Besar, Prabowo Subianto Kalah dalam Simulasi Duel Capres

Nasional | koran-jakarta.com | Selasa, 27 September 2022 - 13:02

Prabowo Subianto terus alami kekalahan dalam simulasi duel elektabilitas calon presiden (capres) melawan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Dalam hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Ketua Umum Partai Gerindra itu hanya mampu mengantongi 42,8 persen suara atau enam persen lebih sedikit dalam simulasi duel melawan Anies Baswedan dengan elektabilitas mencapai 48,6 persen.

Sementara dalam simulasi duel melawan Ganjar, Prabowo keok dengan hanya mengantongi 45 persen, atau selisih sekitar dua persen dari sosok Gubernur Jawa Tengah yang mendapatkan 47 persen.

Sosok yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) RI itu juga kalah dari Ganjar dalam simulasi lainnya. Di simulasi tujuh nama misalnya, Ganjar unggul dengan elektabilitas mencapai 26,9 persen dari Prabowo di peringkat kedua dengan 20,1 persen.

Begitu pula dalam simulasi tiga nama, di mana Prabowo kembali kalah dengan elektabilitas 27,5 persen sementara Ganjar mencapai 33,3 persen.

Walaupun begitu, dalam survei yang dilakukan pada 8-13 Agustus 2022 itu, Ganjar justru kalah simulasi duel capres melawan Anies Baswedan.

Anies berhasil unggul dengan elektabilitas mencapai 47,8 persen, selisih empat persen dari Ganjar yang mengantongi 43,9 persen suara.

Hasil ini kian mengejutkan, pasalnya Gubernur DKI Jakarta itu selalu kalah dalam beberapa simulasi lain. Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes, menduga keunggulan Anies di simulasi duel capres karena adanya peralihan minat responden.

Arya menjelaskan Anies memperoleh suara tambahan dari para responden yang sebelumnya memilih nama-nama lain yang hanya bisa menduduki peringkat empat ke bawah, seperti Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, hingga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Survei CSIS sendiri dilakukan terhadap responden berusia 17-39 tahun yang diasumsikan sebagai pemilih muda. Sementara penarikan sampel menggunakan multistage random sampling terhadap 1.200 responden di 34 provinsi.

Original Source

Topik Menarik