Loading...
Loading…
Sumber: Mangkir Latihan, Herry IP Tutup Pintu bagi Kevin Sanjaya

Sumber: Mangkir Latihan, Herry IP Tutup Pintu bagi Kevin Sanjaya

Nasional | jawapos | Senin, 26 September 2022 - 14:47

JawaPos.com- Saat ini, datang juga. Setelah menjadi ganda putra nomor satu dunia selama lima tahun terakhir, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo turun ke posisi kedua pada pekan ke-38, 21 September 2022.

Marcus/Kevin kali pertama menjadi nomor satu dunia pada 16 Maret 2017. Minions sempat turun di posisi kedua pada 5 April 2017. Tetapi itu tidak berlangsung lama. Mereka naik lagi ke puncak sepekan kemudian.

Pada 14 Juni 2017, Marcus/Kevin mengalami penurunan ke posisi ketiga dunia. Mereka menempati ranking itu sampai 12 September 2017.

Namun, pada 27 September 2017, Marcus/Kevin kembali jadi ganda putra nomor satu dunia. Posisi itu mereka pegang sampai 11 September 2022 alias selama 214 pekan secara beruntun.

Total, Marcus/Kevin menjadi ganda putra nomor satu dunia selama 226 pekan. Tidak ada ganda putra manapun dalam sejarah bulu tangkis yang mampu menempati posisi nomor satu dunia selama lima tahun secara beruntun.

Berbarengan dengan posisi Marcus/Kevin yang menurun, kabar tidak menyenangkan berembus dari Pelatnas PP PBSI di Cipayung.

Sumber JawaPos.com di internal PBSI menceritakan bahwa ada situasi yang tidak harmonis antara Kevin dan pelatih kepala ganda putra Herry Iman Pierngadi.

Saat ini, Kevin berlatih sendiri, terpisah dengan tim nasional ganda putra. Bahkan, Kevin sehari-hari sudah tidak berlatih dengan Marcus. Sebab, Marcus memilih untuk banyak berlatih dengan tim ganda putra utama.

Hubungan Marcus dan Coach Herry IP masih sangat baik-baik saja. Mereka masih makan bareng setelah Japan Open. Hanya dengan Kevin yang sangat memburuk. Kevin sudah tidak mau dilatih oleh Coach Herry dan Coach Herry akhirnya sudah menutup pintu bagi Kevin, ucap sumber JawaPos.com.

Saat dikonfirmasi, Herry IP menolak untuk berkomentar terkait relasinya dengan Kevin. Dia juga mengaku tidak mengetahui bagaimana perkembangan program latihan Kevin saat ini.

Saya no comment soal itu, biarkan waktu yang akan menjawab, ucap Herry IP.

Yang jelas saya tidak ada masalah dengan dia (Kevin). Kalau dia ada masalah dengan saya, itu bukan urusan saya. Kalau tanya soal itu, silakan tanya Aryono (Miranat, asisten pelatih ganda putra, Red), tambah pelatih berjuluk Coach Naga Api tersebut.

Ketika ditanyakan soal masalah keretakan hubungan antara Kevin dan Herry IP ini, Aryono terkesan terkejut. Tetapi dia membenarkan bahwa Kevin sudah berlatih terpisah dengan tim ganda putra. Walaupun memang, mereka masih berada di gedung yang sama yakni di Pelatnas Cipayung.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mendapatkan instruksi dari asisten pelatih ganda putra Aryono Miranat pada babak kedua Indonesia Open 2022. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Jadi, apakah penyebab utama yang membuat perang dingin ini terjadi? Apakah ini terkait dengan masalah personal atau semata soal teknis?

Soal itu saya no comment. Ini masalah biasa saja, belum lama kok kejadiannya. Semoga bisa diselesaikan dengan baik, ucap Aryono.

Menurut saya, ini hal biasa antara pemain dan pelatih. Program latihan tetap berjalan, latihan tetap baik-baik saja. Semoga mereka bisa naik ke posisi satu dunia lagi. Kami akan berusaha keras, imbuh Aryono.

Namun, menurut sumber JawaPos.com, hubungan antara Kevin dan Herry IP sedang sangat tidak baik. Konflik semakin memburuk dan mengeras.

Semua berawal dari teguran Herry IP kepada penampilan Kevin pada babak kedua Indonesia Open 2022. Saat itu, Marcus/Kevin dikandaskan ganda Korea Selatan Kang Min-hyuk/Seo Seung-jae dalam dua game langsung dengan skor cukup telak 14-21 dan 12-21.

Melalui JawaPos.com, Herry IP lantas memberikan kritik terbuka terhadap attitude, sikap, dan body language Kevin dalam pertandingan itu.

Herry IP menilai bahwa Kevin bermain tidak total dan cenderung asal-asalan. Publik juga banyak menyampaikan ketidakpuasan terhadap sikap Kevin dalam laga itu.

Memang seharusnya, sebagai pemain level atas, dia harus menyikapi semua ini dengan baik, kata Herry IP ketika itu.

Dia sudah kami kasih masukan soal sikapnya itu. Harusnya, sikapnya mencerminkan seorang champion. Menang dan kalah harus disikapi dengan lapang dada, ucap Herry IP.

Sumber JawaPos.com menceritakan, saat mendengar kritikan Herry IP, Kevin mengaku marah dan tidak terima. Dia sampai mengadukan hal ini kepada pengurus PP PBSI.

Puncaknya, Kevin mangkir dari latihan tim ganda putra Pelatnas Cipayung. Melihat Kevin tidak menunjukkan batang hidungnya di tempat latihan, Herry IP sampai mengirimkan pesan melalui Whatsapp untuk menanyakan keberadaan Kevin. Namun, Kevin tidak membalas pesan pelatihnya tersebut.

Menurut sumber JawaPos.com, hal inilah yang membuat Herry IP naik pitam. Kevin dianggap telah melanggar aturan, membolos dari program latihan, dan melangkahi otoritas pelatih kepala.

Sejak pesan itu tidak terjawab, Herry IP dikabarkan sudah tidak peduli dengan apa yang dilakukan Kevin. Sejak saat itu sampai hari ini, Herry IP memutuskan untuk tidak mau melatih dan menutup pintu untuk Kevin.

Sumber JawaPos.com lainnya menjelaskan, Herry IP merasa bahwa dia berhak melakukan kritik terhadap pemainnya. Entah itu secara terbuka atau tertutup.

Ganda putra lain seperti Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan juga pernah mendapatkan kritik keras dari Herry IP. Namun bedanya, mereka menerima kritik tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan penampilan.

Kevin dan Marcus saat berlaga di Japan Open 2022. (Humas PP PBSI)

Tidak adanya Kevin, membuat Coach Naga Api lebih fokus untuk memoles tiga ganda putra utama Indonesia lainnya. Mereka juga mendapatkan bimbingan dari ganda senior yang berstatus sparing pelatnas yakni Hendra/Ahsan.

Selain itu, Herry IP juga fokus memasangkan Pramudya Kusumawaardana dengan pemain pelatnas pratama Rahmat Hidayat. Ini dilakukan sembari menunggu kembalinya Yeremia Erich Rambitan yang masih dalam tahap penyembuhan karena cedera lutut.

*

Setelah hasil buruk di Indonesia Open 2022 itu, Herry IP, tim pelatih ganda putra, dan PP PBSI memutuskan untuk tidak menerjunkan Marcus/Kevin di tiga turnamen dalam tur Asia Tenggara.

Marcus/Kevin absen di Malaysia Open, Malaysia Masters, dan Singapore Open. Alasannya, Marcus/Kevin sama sekali tidak siap berlaga dalam turnamen itu.

Pada tiga turnamen tersebut, ganda putra Indonesia mencatat hasil bagus. Di Malaysia Open, Fajar/Rian sukses menembus final. Pada Malaysia Masters dan Singapore Open bahkan tercipta All-Indonesian Finals di ganda putra.

Pada final Malaysia Masters, Fajar/Rian mengalahkan Hendra/Ahsan. Sedangkan di partai puncak Singapore Open, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mengandaskan Fajar/Rian.

Marcus/Kevin akhirnya kembali diterjunkan pada Kejuaraan Dunia 2022 dan Japan Open 2022 yang berlangsung pada akhir Agustus sampai awal September. Hasilnya tidak menggembirakan.

Di Kejuaraan Dunia 2022, Marcus/Kevin tumbang pada babak ketiga. Minions dikalahkan ganda Inggris Ben Lane/Sean Vendy dengan skor sangat telak, 15-21 dan 9-21.

Sedangkan di Japan Open 2022, Marcus/Kevin sudah tersingkir pada babak kedua. Mereka dieliminasi ganda senior Korea Selatan Kim Gi-jung/Kim Sa-rang. Padahal, Kim/Kim baru berpasangan lagi pada akhir 2021. Mereka sempat memutuskan berpisah pasca Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Pada Kejuaraan Dunia 2022 dan Japan Open 2022 tersebut, Herry IP sudah tidak mendampingi dan memberikan instruksi kepada Marcus/Kevin di lapangan. Marcus/Kevin ditemani oleh Aryono Miranat dan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky.

Menurut info yang diterima JawaPos.com, saat menjalani persiapan sebelum turun ke Kejuaraan Dunia 2022, Kevin dan Marcus banyak berlatih di luar Pelatnas Cipayung. Paling sering adalah berlatih bersama PB Hore KJA di Taufik Hidayat Arena, Jakarta Timur.

Saya sendiri nggak ada masalah. Semua masih normal-normal saja. Saya akan fokus kepada ganda putra Indonesia lainnya, ucap Herry IP saat ditanyakan JawaPos.com soal keputusan Kevin/Marcus yang berlatih di luar pelatnas tersebut.

Kalau memang ada pemain yang nggak mau saya latih ya tidak masalah. Terserah saja. Saya sudah nggak mau menanggapi masalah ini. Saya bekerja untuk PBSI, bukan untuk satu pemain. Kalau tidak mau ikut program saya, ya silakan saja, tambah Herry IP.

Pelatih ganda putra PB Djarum Sigit Budiarto mengakui bahwa ada relasi yang sedang tidak baik-baik saja antara Herry IP dan Kevin Sanjaya. Konflik ini, kata Sigit, bisa selesai kalau ada jembatan yang menengahi kedua belah pihak.

Dan itu adalah ranah PBSI. Sekarang tergantung atlet dan pelatihnya. Silakan, bagaimana yang terbaik menurut mereka. Kami di luar melihat dari jauh, ya meskipun kami tahu apa yang sebenarnya terjadi, ucap Sigit.

Sigit adalah juara dunia 1997 dan mantan ganda putra nomor satu dunia saat berpasangan dengan Candra Wijaya. Sigit pernah dilatih oleh Herry IP. Sigit juga pernah melatih Kevin saat pemain kelahiran Banyuwangi tersebut menjalani masa-masa junior di PB Djarum.

Meski begitu, Sigit mengaku bahwa dia tidak terlalu paham bagaimana pemikiran kedua belah pihak itu dalam melihat konflik tersebut.

Pemikiran dan watak orang kan berubah ya. Meskipun saya pernah berelasi dengan keduanya, tetapi kan orang juga berubah. Saat ini seperti apa, saya tidak terlalu paham, ucap Sigit.

Sigit menambahkan bahwa Marcus/Kevin mungkin masih memiliki ambisi untuk merebut kembali ranking nomor satu dunia yang sekarang menjadi milik pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Kemungkinan masih terbuka, tetapi ya kembali lagi kepada pemain yang bersangkutan. Juga kepada timnya. Saya kira, kesempatan itu masih ada, kata Sigit.

Tetapi agaknya, jika melihat kondisi saat ini, masa depan Marcus dan Kevin sebagai pasangan, kemungkinan besar akan mendekati akhir.

Marcus/Kevin setelah laga babak pertama Indonesia Open 2022. (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos).

Sumber JawaPos.com lainnya mengatakan bahwa Marcus/Kevin akan tetap bermain bersama karena masih terikat kontrak dengan perusahan apparel raksasa dari Jepang, Yonex.

Dalam setahun, Marcus dan Kevin diperkirakan menerima uang masing-masing antara Rp 15 sampai Rp 20 miliar dari Yonex. Setelah kontrak itu berakhir, mungkin saja Minions bisa berpisah.

Di sisi lain, JawaPos.com berusaha menghubungi Kevin untuk menanyakan soal keputusannya berlatih terpisah dari tim ganda putra utama nasional. Namun, Kevin tidak merespons permintaan wawancara dari JawaPos.com.

Setelah dari Japan Open 2022 yang berakhir 4 September lalu, Marcus/Kevin akan kembali turun pada Denmark Open 2022 yang berlangsung 18 sampai 23 Oktober.

Selain Marcus/Kevin, tim ganda putra Indonesia akan diwakili Hendra/Ahsan, Fajar/Rian, Leo/Daniel, dan juara All England 2022 Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{
{
{
{