Loading...
Loading…
Gegara Banjir Mayat Penumpasan PKI 1966 Berhanyutan, Sungai Surakarta Jadi Kolam Darah

Gegara Banjir Mayat Penumpasan PKI 1966 Berhanyutan, Sungai Surakarta Jadi Kolam Darah

Powered by BuddyKu
Nasional | Indozone | Minggu, 25 September 2022 - 11:09

Kisah pelik dibalik penumpasan PKI 1966 masih tak bisa dilupakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Peristiwa yang mengenaskan tersebut rupanya pernah menjadikan sungai Surakarta menjadi kolam darah.

Kekacauan publik pada tahun politik 1965-1966 tersebut digambarkan oleh salah satu guru swasta di Surakarta, Ahsanudin, yang menggambarkan suasana sungai Surakarta sempat menjadi kolam darah atas kekejaman PKI .

Dikutip dari jurnal sejarah Konflik PKI dan Masyumi , peristiwa sungai Surakarta jadi kolam darah lantaran adanya banjir bandang yang menyeret para korban penumpasan PKI ke sungai.

Pada puncak persaingan politik yang sengit, PKI mulai melancarkan misi pembunuhan kepada para targetnya yang merupakan lawan politiknya. Bentuk pembunuhan oleh PKI antara lain dikubur hidup-hidup setelah disiksa.

Peristiwa sebelum G30S/PKI
Banjir bandang yang melanda Surakarta. (Facebook/Solo Tempo Doeloe)

Sampai tibalah malam berdarah 30 September 1965 yang membawa PKI ke babak baru. Mereka dicap penjahat yang liar dan berbahaya. Kondisi Surakarta menjadi genting karena PKI yang semakin meresahkan.

Namun, pada Februari 1966 seakan alam ikut membantu melawan keresahan masyarakat Indonesia kepada pasukan PKI, banjir bandang pun terjadi akibat hujan deras yang berangsur-angsur membuat dataran Surakarta menjadi banjir.

Akibatnya, tanggul Semanggi pun jebol tak mampu menahan derasnya air dan luapannya yang kian semakin kencang. Air bah itu kemudian naik dan membanjiri pemukiman warga. Volume air yang deras dan tinggi menciptakan banjir bandang pada Maret 1966.

Pascabanjir bandang yang menerjang Surakarta, mayat-mayat hasil penumpasan PKI akhirnya hanyut ditarik arusnya. Mereka menghilang begitu saja. Seiring dengan hilangnya sejumlah mayat dari pandangan kota Solo, kegaduhan politik akibat PKI pun mereda pascabanjir.

Artikel Menarik Lainnya:

Original Source

Topik Menarik