Loading...
Loading…
5 Tokoh Dunia yang Dikenal Pembela HAM, Salah Satunya Raih Nobel Pedamaian

5 Tokoh Dunia yang Dikenal Pembela HAM, Salah Satunya Raih Nobel Pedamaian

Powered by BuddyKu
Nasional | Okezone | Minggu, 18 September 2022 - 07:17

JAKARTA - Sudah 18 tahun berlalu setelah peristiwa pembunuhan Munir terjadi. Para mahasiswa dan aktivis penggiat HAM mengenang kematian Munir yang dibunuh pada 7 September 2004. Munir Said Thalib merupakan seorang pejuang hak asasi manusia yang tewas usai menengguk minuman yang tercampur dengan racun. Kematiannya menyimpan banyak misteri dan menyorot perhatian dunia.

Diduga, sang pembela HAM tersebut dibunuh karena memegang data-data penting terkait kasus pelanggaran HAM berat. Selain Munir, terdapat tokoh-tokoh dunia lainnya yang turut dikenal dengan aksinya sebagai pembela HAM. Berikut ulasannya.

1. Martin Luther King Jr

Martin Luther King Jr dikenal sebagai aktivis HAM Amerika-Afrika yang memperjuangkan kesetaraan hak ras kulit hitam di Amerika Serikat. King memulai perjuangannya sejak 1955, di mana dia menuntut pemerintah Amerika Serikat untuk membuat kebijakan mengenai diskriminasi dan rasisme. Salah satu pidatonya yang paling terkenal adalah I Have A Dream yang disampaikannya pada 28 Agustus 1963 di depan 250.000 orang. Dalam pidato tersebut, King menyampaikan mimpinya mengenai kebebasan dan persamaan hak bagi seluruh warga Amerika, baik kulit putih maupun kulit hitam.

Setahun setelah pidato tersebut, Pemerintah Amerika Serikat mengesahkan Undang-Undang Hak Sipil 1964 yang melarang diskriminasi rasial dan larangan pemisahan rasial di fasilitas umum. Perjuangan Martin Luther King Jr membawa dirinya pada penghargaan Nobel Perdamaian pada Oktober 1964. Sayangnya, pria kelahiran Atlanta, 15 Januari 1929 tersebut harus meregang nyawa usai ditembak mati di balkon hotal tempatnya menginap.

2. Mahatma Gandhi

Mahatma Gandhi merupakan tokoh revolusi yang secara lantang menyuarakan perlawanan anti kekerasan terhadap pemerintah Inggris. Dia menggunakan aksi demonstrasi damai untuk menyukseskan kemerdekaan India. Pria kelahiran Gujarat, 2 Oktober 1869 ini mengajarkan ajaran-ajaran Hindu tradisional, yaitu kebenaran (satya) dan non-kekerasan (ahimsa).

Pejuang yang menentang kekerasan sesama manusia ini menjadi panutan dan inspirasi bagi pejuang HAM, seperti Martin Luther King Jr dan Nelson Mandela. Pada 30 Januari 1948, Gandhi tewas terbunuh oleh seorang ekstremis Hindu.

3. Uskup Desmond Tutu

Desmond Mpilo Tutu merupakan seorang uskup agung yang mendapat penghargaan Nobel Perdamaian 1984. Dia mendapatkan penghargaan tersebut atas perannya dalam mengampanyekan aksi tanpa kekerasan terhadap apharteid di Afrika Selatan.

Dalam setiap khotbahnya, Tutu tak kenal takut dalam menyuarakan pertentangan terhadap rezim apharteid dan membela keadilan sosial. Bahkan, dia menjadi simbol pemersatu bagi semua pejuang kemerdekaan Afrika. Setelah apharteid di Afrika hilang, Tutu tetap menyerukan pemerintahan Afrika Selatan yang lebih baik dan adil. Perjuangannya berakhir ketika Uskup Desmond Tutu tutup usia di usia 90 tahun pada Desember 2021 lalu.

4. Malcolm X

Malcolm X menjadi aktivis pembela HAM yang terkemuka di Amerika kala itu. Dia berjuang menyetarakan hak warga kulit hitam di Amerika Serikat. Sebagai seorang mualaf, Malcolm X pernah tergabung dalam Nation of Islam (NOI) yang diketuai oleh Elijah Muhammad. Bersama NOI, Malcolm X berjuang atas pemenuhan hak warga keturunan Afrika di Amerika. Perjuangan Malcolm X dapat dikatakan lebih keras dan radikal, bahkan menggunakan kekerasan.

Pada tahun 1964, aktivis tersebut melakukan ibadah haji dan mempelajari hakikat Islam yang sebenarnya. Ilmu-ilmu yang dia dapatkan selama haji disebarkan ke warga Afrika-Amerika di lingkungannya di Amerika. Mulai dari situlah terjadi pertentangan paham antara Malcolm X dan Nation of Islam, membuat banyak anggota NOI memusuhinya. Hingga akhirnya di tahun 1965, Malcolm X dibunuh oleh seorang anggota NOI dengan cara ditembak mati di sebuah ballroom New York City, di depan keluarganya.

5. Nelson Mandela

Nelson Mandela adalah pemimpin Afrika Selatan yang mengakhiri gerakan apharteid di Afrika Selatan. Selain itu, dia juga merupakan presiden kulit hitam pertama yang memimpin Afrika Selatan sejak 1994 sampai 1999. Selama masa pemerintahannya, Mandela memberantas rasisme dan kesenjangan rasial. Atas perjuangannya dalam memberantas rasisme di tanah kelahirannya, Nelson Mandela dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian tahun 1993.

Original Source

Topik Menarik

{