Bogor Enggan Longgarkan PSBB karena Kasus Covid-19 Tak Turun

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 02 Agustus 2020 - 21:08
Bogor Enggan Longgarkan PSBB karena Kasus Covid-19 Tak Turun

JawaPos.com Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, enggan memberikan kelonggaran aturan pada perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berlaku 14 hari ke depan, sejak 31 Juli.

Kemarin kan kita selalu ada tambahan relaksasi (kelonggaran aturan). Tapi yang ini tidak menambah relaksasi, ujar Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Pemanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah seperti dilansir dari Antara di Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Minggu (2/8).

Pada perpanjangan PSBB kali ini, Pemkab Bogor tidak menerbitkan peraturan bupati (Perbup), seperti perpanjangan PSBB sebelum-sebelumnya. Selama perpanjangan PSBB periode 31 Juli hingga 13 Agustus, aturannya tetap mengacu pada Perbup No 42 Tahun 2020 tentang PSBB Praadaptasi kebiasaan baru (AKB) yang diterbitkan 16 Juli 2020.

Tidak ada yang menambahkan relaksasi (kelonggaran aturan), kita relatif tetap mengacu Perbup No 42, kata Syarifah Sofiah.

Menurut dia, langkah Pemkab Bogor tidak melakukan pelonggaran pada perpanjangan PSBB kali ini dilatarbelakangi jumlah kasus Covid-19 yang tak kunjung menurun secara signifikan. Kita melihat dua minggu kemarin, tidak ada signifikan menurunkan (kasus) Covid-19, tutur Syarifah Sofiah.

Seperti diketahui, tren kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor belum menurun. Setiap hari tercatat selalu ada penambahan, seperti pada Minggu (2/8), terdapat tambahan empat pasien baru Covid-19. Hingga Minggu (2/8) malam, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mencatat ada sebanyak 546 kasus COVID-19 di wilayahnya, dengan rincian 27 kasus meninggal dunia, dan 321 pasien yang berhasil sembuh.

Sementara itu, zona hijau penularan Covid-19 di Kabupaten Bogor, berkurang dari semula empat zona, kini menjadi tiga zona. Zona hijau tinggal Tenjo, Jonggol, dan Tanjungsari, kata Bupati Bogor Ade Yasin.

Berdasarkan catatan, dua hari sebelumnya, Kecamatan Rumpin masuk dalam zona hijau. Tapi, kini statusnya berubah menjadi zona kuning karena ada salah satu warga yang tercatat sebagai pasien suspek Covid-19. Hingga Minggu (2/8), ada 13 kecamatan zona kuning dan 24 kecamatan berstatus zona merah.

Kondisi kasus Covid-19 jumlahnya tak kunjung menurun. Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil langkah tidak melakukan pelonggaran aturan pada perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berlaku selama 14 hari sejak 31 Juli 2020, ujar Ade Yasin.

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Asli