Penyebab Gempa Indramayu Versi BMKG

Nasional | republika | Published at Minggu, 02 Agustus 2020 - 10:53
Penyebab Gempa Indramayu Versi BMKG

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu dikejutkan dengan guncangan gempa bumi yang cukup kuat, Sabtu (1/8) pukul 23.24 WIB. Gempa bumi tektonik itu berkekuatan M=4.5, dengan episenter di darat pada jarak 14 km barat daya Kabupaten Indramayu, pada kedalaman 12 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal wilayah setempat, ujar Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn, kepada Republika, Ahad (2/8).

Faiz mengatakan, informasi itu didasarkan pada keterangan resmi yang disampaikan Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Hendro Nugroho.

Faiz menjelaskan, dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG. Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi itu dirasakandi wilayah Indramayu dengan Skala Intensitas III MMI.Itu berarti, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Hingga pukul 23.52 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Gempa itupun tidak berpotensi tsunami. " Kepada masyarakat, kami mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, tegas Faiz.

Sementara itu, s alah seorang warga di Blok Ketimpal, Desa Singaraja, Kecamatan Indramayu, Ani Susiani, mengatakan, saat gempa terjadi, kaca jendela rumahnya tiba-tiba bergetar kencang dan rumah terasa bergerak. Dia dan keluarganya lantas bergegas lari keluar rumah.

"Tetangga juga keluar semua, kata Ani.

Hal senada diungkapkan seorang warga perumahan Graha Alana Tambak, Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, Haris . Dia mengatakan, rumahnya terasa bergetar kencang dan terdengar suara gemuruh seperti ada truk kontainer yang lewat." Warga juga merasakan hal yang sama dan mereka keluar rumah semua, ujar Haris.

Artikel Asli