Loading...
Loading…
Negara Sudah Tak Sanggup! Luhut Beberkan Jokowi Siap Umumkan Harga Baru BBM Bersubsidi

Negara Sudah Tak Sanggup! Luhut Beberkan Jokowi Siap Umumkan Harga Baru BBM Bersubsidi

Nasional | koran-jakarta.com | Selasa, 23 Agustus 2022 - 10:00

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi semakin dekat.

Dalam kuliah umum di Universitas Hasanuddin, pada Jumat (18/7), Luhut secara terang-terangan menyebut pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi, Pertalite maupun Solar, akan dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pekan ini.

"Mungkin minggu depan (minggu ini) presiden akan mengumumkan mengenai apa dan bagaimana mengenai kenaikan harga (BBM) ini," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi merupakan pilihan terakhir di tengah lonjakan harga minyak mentah setelah perang Rusia-Ukraina.

Ia menjelaskan apabila harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan, hal itu berpotensi membuat belanja subsidi energi semakin membengkak.

"Jadi, presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin kita mempertahankan demikian karena harga BBM kita termurah se-kawasan dan itu beban untuk APBN," terang Luhut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kesulitan dengan besarnya anggaran subsidi khusus energi untuk tahun ini yang naik menjadi Rp502 triliun dari sebelumnya Rp170 triliun.

Menurutnya, tak akan ada negara yang kuat mampu menopang jumlah subsidi sebesar itu.

"Perlu kita ingat subsidi terhadap BBM sudah terlalu besar dari Rp170 triliun sekarang sudah Rp502 triliun. Negara mana pun tidak akan kuat menyangga subsidi sebesar itu," kata Jokowi dalam acara Silaturahmi Nasional PPAD di Sentul Bogor, Jumat (5/8).

Jokowi mengaku kewalahan dengan harga BBM jenis pertalite. Ia menuturkan pemerintah masih menahan harga BBM dengan memberikan subsidi di tengah lonjakan harga minyak internasional. Pasalnya, ia mengatakan harga BBM jenis pertalite jika tak disubsidi bisa mencapai Rp17.100 per liter.

Tapi, hingga kini pemerintah masih berupaya menahan harga BBM pertalite di angka Rp7.650 per liter demi menjaga daya beli masyarakat.

"Bayangkan kalau pertalite naik dari Rp7.650 harga sekarang ini, kemudian naik menjadi harga yang benar adalah Rp17.100, demonya berapa bulan?" ungkap Jokowi.

Atas dasar itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut pemerintah saat ini tengah menghitung ulang kebijakan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dalam penjelasannya, Erick menuturkan hal itu perlu dilakukan terkait besaran subsidi dan distribusi yang belum tepat sasaran.

"Apakah subsidi yang sekarang diberikan pemerintah sudah tepat sasaran? Apakah kita harus menutup mata memberikan subsidi kepada yang mampu, sedangkan rakyat yang mayoritas memerlukan subsidi lebih, ini yang sedang dicarikan jalan oleh pemerintah, Menkeu, Menteri ESDM," ujar Erick seperti dikutip dari Antara, pada Jumat (12/8).

Sejumlah pengamat lantas memproyeksi harga BBM Pertalite minimal akan naik 30 persen menjadi Rp10 ribu per liter. Lebih tinggi, harga Solar bersubsidi diproyeksi naik sekitar 55 persen menjadi Rp8.000 per liter.

Original Source

Topik Menarik