Loading...
Loading…
Red Notice Buronan Djoko Tjandra Terhapus 2014

Red Notice Buronan Djoko Tjandra Terhapus 2014

Nasional | inewsid | Jumat, 17 Juli 2020 - 21:04

JAKARTA, iNews.id - Red notice atas nama buronan Joko Tjandra di sistem basis data Interpol terhapus 2014. Red notice tersebut terhapus karena batas waktunya habis dan tidak ada permintaan perpanjangan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, berdasarkan peraturan Interpol, masa berlaku red notice, yaitu 5 tahun. Setelah 5 tahun, tidak ada permintaan perpanjangan masa berlaku, otomatis terhapus dari sistem basis data di Interpol.

"Red notice Joko Tjandra sejak 2009, sehingga pada 2014 sudah 5 tahun. Artinya delete by system," ujar Argo di Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Dia menuturkan, pada 2009, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengajukan permintaan red notice kepada Ses NCB Interpol Indonesia. Kemudian Ses NCB Interpol Indonesia mengirimkan permintaan red notice ke Interpol Pusat di Perancis.

Red notice dari Interpol atas nama Joko Tjandra terbit pada 10 Juli 2009 dan disebarkan ke seluruh negara anggota Interpol. Pada 2014, red notice Joko Tjandra terhapus dari sistem di Interpol.

Selanjutnya, pada Februari 2015, Kadiv Hubinter Polri mengirimkan surat ke Dirjen Imigrasi mengenai permintaan untuk memasukkan nama Joko Tjandra ke dalam daftar pencarian orang (DPO) Imigrasi.

"Kenapa Kadiv Hubinter (mengirimkan surat permintaan) DPO? Karena red notice sudah terhapus 2014. Itu (mengirim surat ke Dirjen Imigrasi) upaya Polri," ucapnya.

Pada 5 Mei 2020, Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen NW mengirimkan surat kepada Dirjen Imigrasi tentang informasi red notice Interpol atas nama Joko Soegiarto Tjandra telah terhapus dari sistem basis data Interpol sejak 2014 karena tidak ada permintaan perpanjangan dari Kejagung.

Original Source

Topik Menarik