Lagi! Beredar Foto Jenazah Brigadir J Saat di RS Polri, Sertifikat Kematian Kosong Jadi Misteri
JAKARTA, REQnews - Foto jenazah Brigadir J kembali viral dan semakin menggugah rasa penasaran publik terhadap misteri kematiannya.
Foto yang beredar tersebut disebut merupakan foto jenazah Brigadir J sesaat setelah baku tembak di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo. Dalam foto terlihat, jasad Brigadir J dibungkus dengan kantong mayat berwarna biru.
Disebutkan bahwa foto jenazah itu diambil di ruang bedah mayat RS Polri Karamtjati, Jakarta Timur. Berdasarkan penelusuran, ada dua foto diduga jenazah Brigadir J yang beredar di media sosial.
Foto itu diunggah akun Telegram @Opposite6890 pada Senin, 25 Juli 2022, malam. Akun @Opposite6890 menyatakan bahwa foto tersebut diambil pada 8 Juli 2022 pukul 20.30 WIB.
Dengan kata lain, foto diambil beberapa jam setelah Brigadir J meregang nyawa di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.
Foto itu diambil sebelum dilakukan autopsi pertama oleh dokter RS Polri Kramat Jati. Dari foto tersebut terlihat satu kantong jenazah atau body bag warna biru di dalam ruang bedah mayat.
Berikut narasi yang dibuat akun @Opposite6890 bersamaan dengan dua foto kantong mayat warna biru yang diduga berisi jenazah Brigadir J:
"Pada 8 Juli 2022, sekitar pukul 20:30 beberapa orang Anggota Polri Baret biru, datang bersamaan dengan Mobil Bak terbuka dan Ambulance.
Kemudian terlihat Kantong Jenazah berwarna biru dibawa ke dalam Ruang Bedah Mayat.
Jenazah tersebut adalah Brigadir Yosua yang tewas akibat luka tembakan dan beberapa luka luka penyiksaan.
Masih menjadi pertanyaan, bagaimana Jenazah Brigadir Yosua dikeluarkan dari Rumah Ferdy Sambo?
Dan bagaimana Jenazah di bawa ke RS Polri?
Karena jika mengikuti SOP, Ambulance yang masuk ke Perumahan Duren Tiga seharusnya menyalakan Sirene Ambulance.
Sementara tidak ada warga yang mengetahui kapan dan bagaimana kendaraan yang masuk kemudian keluar membawa Jenazah Brigadir Yosua
Masih menjadi pertanyaan juga, bagaimana Tim Inafis dan Ahli Forensik melakukan pemeriksaan.
Satgas Garuda PKH Tetapkan 2 Tersangka Illegal Logging di Mentawai, Kerugian Ratusan Miliar
Karena jika benar mereka datang, seharusnya kondisi dan situasi adalah seperti Tim Inafis dan Ahli Forensik yang datang 3 hari setelah tewanya Brigadir Joshua dan banyak warga yang melihat aktivitas mereka.
Namun sekali lagi, saat kejadian 8 Juli 2022 warga tidak melihat aktifitas tersebut.
Foto itu lantas diunggah ulang salah seorang keluarga Brigadir Joshua, Roslin Emika pada Selasa (26/7/2022).
Dalam unggahan itu, Roslin Emika menyesalkan otopsi pertama itu dilakukan polisi sama sekali tanpa ada pendampingan dari keluarga.
Sedih nian lah kami nak, lihat kamu dibungkus kayak ini tanpa ada keluarga yang mendampingi, autopsi pertama di Jakarta.
Kami yakin Tuhan akan menolong dan bertindak.
Kami harus kuat jadi kami harus minum suplemen biar bisa melihat hasil autopsi yg kedua," demikian narasi yang tertulis, dikutip Rabu, 27 Juli 2022.
Di sisi lain, pengacara keluarga Brigadir J, Nelson Simanjuntak sempat mengungkapkan bahwa pihak keluarga menerima jenazah almarhum pada Sabtu, 10 Juli 2022 pukul 17.00 WIB dan sudah diautopsi sebelumnya.
Saat itu, peti jenazah juga menyertakan dokumen atau sertifikat kematian Brigadir Joshua. Akan tetapi yang aneh, sertifikat kematian itu ternyata kosong.
"Setelah dibuka, (sertifikat kematian) ternyata isinya kosong melompong, tidak ada," ungkap Nelson.
Padahal, lanjut Nelson, semestinya surat atau dokumen bersamaan dengan peti jenazah itu harusnya berisi data-data lengkap jenazah. Mulai dari identitas, kondisi jenazah, luka-luka, hingga dugaan penyebab luka itu.
Namun faktanya, sertifikat kematian Brigadir J itu hanya berisi tanda tangan dokter. Itu pun usia Brigadir Joshua dituliskan dengan salah.
"Usia salah. 28 tertulis 21. Banyak kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan," ujarnya.










