Loading...
Loading…
Bongkar Laptop Bule Pencabul 305 Bocah, Polisi Gandeng BSSN

Bongkar Laptop Bule Pencabul 305 Bocah, Polisi Gandeng BSSN

Nasional | jawapos | Jumat, 17 Juli 2020 - 11:03

JawaPos.com Polda Metro Jaya memutuskan menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk membuka laptop milik pelaku pencabulan anak di bawah umur, Francois Abella Camello alias Franss, 65. Laptop tersebut merupakan barang bukti penting untuk mengusut tuntas kasus ini.

Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Piter Yonattama mengatakan, BSSN digandeng lantaran Franss tidak kooperatif saat menjalani pemeriksaan. Bahkan hingga dinyatakan meninggal, dia masih menolak memberikan kata sandi laptop tersebut.

Laptopnya itu sudah kami bawa ke Badan Siber dan Sandi Negara. Kami berkoordinasi dengan mereka untuk mencoba membongkar itu, karena kan laptopnya itu di-encription (dikunci), ujar Piter saat dihubungi, Jumat (17/7).

Piter menyampaikan, awalnya penyelidikan barang bukti laptop tersrbut berjalan normal. Namun, saat baterai laptop habis, laptop terenkripsi otomatis sehingga tidak bisa lagi diakses. Kami engga menyangka ketika laptopnya habis baterai, ternyata langsung otomatis terenkripsi, jelas Piter.

Di menyampaikan, penyidik telah memeriksa isi telepon genggam Franss. Namun, di dalamnya tidak ditemukan ada petunjuk signifikan dalam pengungkapan kasus pencabulan tersebut.

Sebelumnya, Franss melakukan percobaan bunuh diri di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Dia pun dinyatakan tewas akibat upaya tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, percobaan bunuh diri ini terjadi pada Kamis (9/7). Franss ditemukan melilit lehernya di sel tahanan oleh petugas patroli.

Saat petugas jaga ditahanan melakukan patroli pengecekan di ruang-ruang tahanan menemukan FAC dalam kondisi terikat lehernya dengan seutas kabel tetapi nggak tergantung, kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/7).

Bule asal Prancis itu ditangkap karena diduga menyetubuhi 305 bocah. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, kasus terungkap berdasarkan laporan masyarakat setelah curiga seorang korban ditawari pekerjaan sebagai model oleh pelaku. Korban diajak ke sebuah hotel dengan iming-iming melakukan sesi pemotretan.

Untuk korban sebanyak 305 anak ya. Kalau anak ini bisa dikatakan anak di bawah umur berumur 18 tahun min 1 hari, Nana di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/7).

Nana menuturkan, korban kerap kali berburu korban di tempat keramaian. Seperti mal atau bahkan di jalanan. Mereka yang tergiur, maka akan diajak ke hotel, lalu dirias sebelum disetubuhi.

Original Source

Topik Menarik