Loading...
Loading…
Panen Raya di Masa Pandemi, Beras di Jateng Surplus 2,8 Ton

Panen Raya di Masa Pandemi, Beras di Jateng Surplus 2,8 Ton

Nasional | ayosemarang | Jumat, 17 Juli 2020 - 07:22

DUKUHWARU, AYOSEMARANG.COM -- Di tengah masa pandemi Covid-19, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan ketersedian beras di Jawa Tengah aman hingga tahun 2020.

Bahkan, ketersediaan beras di Jateng akan surplus 2,8 juta ton.

Kepala Distanbun Provinsi Jawa Tengah, Suryo Banendro mengatakan, wilayah Jawa Tengah saat ini sudah memasuki masa panen raya.

"Untuk ketersediaan pangan di Jawa Tengah cukup, aman. Sampai saat ini saja sudah 2,4 juta ton beras, dan diperkirakan sampai akhir tahun surplus sekitar 2,8 juta ton beras," ujarnya usai kegiatan Panen Raya di Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal, Kamis (16/7/2020).

Menurutnya, ketersediaan pangan yang melimpah dipengaruhi oleh beberapa lahan pertanian padi di Jawa Tengah yang bisa melakukan masa tanam tiga kali dalam satu tahun. Sehingga mampu menarik ketersediaan pangan.

Bahkan hasil pertanian padi di Jawa Tengah, mampu memasok kebutuhan pangan di sejumlah daerah di Indonesia.

"Seperti di Kecamatan Dukuhwaru ini, hampir semua lahan bisa tanam padi tiga kali. Kalau gabah biasanya ke Jawa Barat. Tapi kalau beras itu banyak, seperti Sulawesi, Kalimantan, Lampung dan Sumatra Utara, bahkan sampai Batam," ungkapnya.

Ia menilai, keberhasilan di sektor pertanian itu karena upaya-upaya yang telah dilakukan Distanbun Provinsi Jateng, seperti sistem percepatan, kondisi iklim lebih baik dibanding tahun 2019 lalu, dan adanya lahan yang bisa 3 kali masa tanam dalam satu tahun.

"Selain itu, kita melakukan pengamatan produksi, pengamatan dini dan langsung melakukan pengendalian untuk kewaspadaan hama," katanya.

Suryo juga menjelaskan terkait program padi hamparan, yakni dengan menanam padi menggunakan bibit unggul berkualitas ekspor.

Kedua, sistem ini menggunakan satu manajemen untuk mengelola bibit, lahan dan mengatasi gangguan hama dan kendala iklim.

"Untuk program padi hamparan hampir di semua kabupaten di Jawa Tengah sudah ada," imbuhnya.

Ia menambahkan, selain padi, hasil pertanian yang mengalami surplus adalah jagung, yaitu di angka sekitar 3,2 juta ton jagung.

"Untuk jagung memang mayoritas untuk kebutuhan industri pakan dan pakan ternak rakyat," ucapnya.

Sementara Camat Dukuhwaru, Pambudiono mengatakan, kondisi pertanian di wilayahnya sangat bagus. Selain lahannya dapat dilakukan tiga kali masa tanam padi, petani juga tergolong berkembang dengan adanya gabungan kelompok tani (Gapoktan).

"Gapoktan yang ada itu didampingi oleh lembaga pertanian. Gapoktan di sini juga tergolong mandiri. Kami sering berkomunikasi untuk hal-hal berkaitan dengan pertanian," katanya.

Untuk perkembangan pertanian, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa di wilayahnya untuk menghidupkan BUMDes.

"BUMDes ini saya harapkan bisa menyerap hasil pertanian di wilayah sini secara langsung. Saat ini baru ada dua desa yang berjalan baik," tandasnya.

Original Source

Topik Menarik