Loading...
Loading…
Beraksi Tiga Kali dalam Tiga Hari, Tembak Mati Dua Pembobol Rumah

Beraksi Tiga Kali dalam Tiga Hari, Tembak Mati Dua Pembobol Rumah

Nasional | jawapos | Selasa, 14 Juli 2020 - 11:37

JawaPos.com Komplotan bandit pembobolan rumah yang belakangan beraksi di Kota Pahlawan terungkap. Dua di antara empat pelaku mendapat tindakan tegas. Dadanya ditembus timah panas. Mereka tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Dua bandit itu adalah Didi Prabo alias Eko Begog, 53, dan Antoni, 59. Kami sudah berikan tembakan peringatan. Tetapi, keduanya tetap mencoba melawan saat akan ditangkap di Jalan Dharmahusada, ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Johnny Eddizon Isir, Senin (13/7). Didi dan Antoni adalah anggota komplotan pencurian dengan pemberatan (curat) yang mengacak-acak beberapa rumah di Surabaya pada pekan lalu.

Isir menjelaskan, kelompok mereka teridentifikasi sebagai pelaku curat di sejumlah tempat.

Dalam rentang waktu tiga hari terakhir misalnya, mereka beraksi di tiga lokasi. Modus komplotannya menyasar rumah yang sekiranya kosong, terangnya.

Berdasar catatan polisi, komplotan pelaku berulah di Rangkah, Tambaksari, Jumat (10/7). Didi cs masuk ke sebuah rumah. Namun, perkiraan rumah itu kosong ternyata meleset. Di dalamnya ada asisten rumah tangga. Bukannya takut, mereka semakin beringas. Korban diancam dengan sebuah kubut atau linggis kecil.

Dari lokasi, para pelaku membawa kabur sejumlah perhiasan dan peralatan elektronik. Kerugian yang dilaporkan korban lebih dari Rp 100 juta. Dari penyelidikan di lokasi, kami kantongi ciri-ciri pelaku, jelasnya.

Belum sempat tertangkap, komplotan mereka kembali berulah pada Minggu (12/7). Kali ini di Kecamatan Tegalsari. Tidak tanggung-tanggung. Mereka langsung membobol dua rumah sekaligus. Pertama, pukul 12.30 di Jalan Tegalsari. Selanjutnya, pukul 16.00 di Jalan Musi. Berdasar rekaman CCTV, diketahui ciri-ciri pelaku sama dengan bandit yang beraksi di Tambaksari.

Isir menuturkan, jejak pelaku terendus anggotanya sehari berselang. Didi dan Antoni terpantau berboncengan motor di Jalan Dharmahusada. Anggota spontan berusaha menghentikan mereka, katanya.

Namun, kedua pelaku menunjukkan perlawanan. Mereka malah berusaha menabrakkan motornya ke kendaraan polisi. Didi dan Antoni juga mengeluarkan senjata tajam (sajam) jenis golok. Mau dipakai untuk menyerang anggota, ujar Isir.

Polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan agar mereka menyerah. Namun, keduanya tidak mundur. Dianggap membahayakan, petugas akhirnya mengambil tindakan tegas terukur. Mereka ditembak. Dalam evakuasi ke rumah sakit, keduanya tewas, paparnya.

Mantan Kapolrestabes Medan itu mengatakan, tindakan tegas yang diambil adalah warning. Upaya serupa tidak akan segan kembali dilakukan kepada penjahat yang berulah di Surabaya. Tidak ada toleransi bagi penjahat. Apalagi yang membahayakan petugas, sebutnya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menambahkan bahwa pihaknya masih mengejar komplotan pelaku. Sebab, menurut rekaman CCTV di salah satu lokasi, pelakunya tidak hanya dua orang. Masih ada yang buron. Diupayakan segera tertangkap, ujarnya.

Sudamiran menduga, pelaku adalah komplotan yang beraksi lintas kota. Indikasi itu muncul dari asal mula pelaku. Didi, misalnya, berasal dari Jakarta Pusat. Begitu pula Antoni. Dia tercatat warga Tangerang.

Saksikan video menarik berikut ini:

Original Source

Topik Menarik