Loading...
Loading…
Airlangga Cs Usung Capres Yang Lanjutkan Cita-cita Jokowi

Airlangga Cs Usung Capres Yang Lanjutkan Cita-cita Jokowi

Nasional | rm.id | Kamis, 09 Juni 2022 - 07:30

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dibentuk Golkar, PPP dan PAN memastikan sudah punya jagoan untuk diusung sebagai capres. Namun, siapa jagoan itu, KIB masih belum mau membukanya. Yang pasti, karena Golkar, PPP dan PAN bagian dari koalisi pemerintah, KIB akan mengusung capres yang mau melanjutkan cita-cita Presiden Jokowi.

Baik Golkar, PPP maupun PAN merupakan bagian dari koalisi pendukung pemerintah. Bahkan dua ketua umumnya, yakni Airlangga Hartanto dari Golkar dan Suharso Monoarfa dari PPP masih menjabat sebagai menteri. Sedangkan Ketum PAN Zulkifli Hasan, mesikpun bukan bagian dari kabinet, tapi dikenal cukup dekat dengan Jokowi.

Kedekatan dan latar belakang politik ini, tentunya bakal berpengaruh pada figur yang digadang-gadang sebagai capres dari KIB. Apakah tokoh tersebut berasal dari internal KIB sendiri? Atau nantinya KIB mengambil tokoh dari luar yang memang punya elektabilitas tinggi? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Menurut Airlangga, KIB sebenarnya sudah punya jagoan sendiri. Namun Ketum Golkar ini belum mau mengungkapkannya sekarang. Saat ini, 3 parpol di KIB, kata dia, masih melakukan finalisasi. Bila waktunya tepat, nama capres itu akan langsung diumumkan.

Calon sudah ada. Tapi kita belum umumkan, jawab Airlangga dikutip dari detik.com , kemarin.

Meskipun belum mau membocorkan, Airlangga menyebut beberapa persyaratan yang dimiliki capres jagoan KIB. Pertama, capres itu memiliki pengalaman di pemerintah dan memiliki komitmen untuk melanjutkan pembangunan yang sudah dijalankan dalam 2 periode kepemimpinan Presiden Jokowi. Bukan capres yang asal beda dengan rezim sebelumnya.

Pokoknya dia mau melanjutkan pembangunan. Termasuk meneruskan pembangunan IKN (Ibu Kota Negara), ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu.

Ya tentu program itu kan IKN itu sudah undang-undang. Dan undang-undang sudah kesepakatan seluruh partai. Jadi seluruh undang-undang itu harus dijalankan karena sumpahnya ke depan pemerintah kan menjalankan undang-undang dasar plus undang-undang, jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan calon perlu menyelesaikan tantangan 5C yang kini tengah difokuskan KIB. Tantangan 5C antara lain pandemi Covid-19, konflik internasional dan antar masyarakat ( conflict ), perubahan iklim ( climate change ), harga komoditas ( commodity price ), dan biaya hidup ( cost of living ).

Karena ini kan situasi yang tidak pernah terjadi, unprecedented sebelumnya. Sehingga tentu untuk bisa menangani persoalan ini kru-nya harus pengalaman, harus punya jam terbang tinggi, ungkapnya.

Faktor selanjutnya, yakni soal ideologi dari capres tersebut. KIB yang tujuan pendiriannya untuk mengakhiri perpecahan anak bangsa, harus didukung oleh capres yang bisa menyatukan semua aliran. Tidak ada lagi kubu cebong dan kampret.

Itu salah satu hal yang didorong karena politik aliran tidak bisa dilepaskan dari tentunya yang super kiri dan super kanan. Kita tidak cari yang ekstrem, jelas mantan Menteri Perindustrian itu.

Berikutnya, yakni soal pengalaman capres di kancah politik. Tokoh tersebut bukan politisi karbitan yang ujug-ujug Jam terbang perlu teruji. Calon pasti harus memiliki pengalaman, pengalaman di pemerintahan, DPR, dan MPR. Di manapun, ujar Airlangga.

Airlangga tidak menampik, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan punya elektabitas yang tinggi sebagai capres. Persoalannya, kedua kepala daerah itu bukan kader dari 3 partai di KIB.

Ganjar kan bukan dari tiga partai ini, jadi itu sudah jelas. KTA (kartu tanda anggota)-nya kan bukan dari Golkar, bukan dari PPP, bukan dari PAN. Jadi saya pikir itu sudah jelas lah, tegas Airlangga.

Pengamat Politik dari Universitas Airlangga, Prof Kacung Marijan menganggap wajar bila KIB ingin mengusung capres dari kalangan internal.Tapi ke depannya KIB bakal dilema karena tujuan terbentuknya KIB adalah meraih kemenangan. Ya yang akan muncul juga calon-calon yang sekarang ini sudah muncul, beber Kacung.

Lagian, dibentuknya KIB, kata dia, adalah untuk menang. Termasuk memenangi Pilpres dengan memajukan kader lain. Mereka akan mencalonkan seseorang yang berpotensi menang, bukan berpotensi kalah. paparnya.

Sementara Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurniasyah menilai capres yang persiapkan KIB adalah Airlangga atau Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Original Source

Topik Menarik