Loading...
Loading…
Diajak Telusuri Jejak Kejayaan Maritim Mataram Islam

Diajak Telusuri Jejak Kejayaan Maritim Mataram Islam

Nasional | radarjogja | Kamis, 02 Juni 2022 - 11:22

RADAR JOGJA Sebanyak 90 pelajar SMA, SMK dan MA di DIY diajak Kundha Kabudayan atau Dinas Kebudayaan DIY mengunjungi jejak kejayaan maritim Mataram Islam dulu. Melalui kegiatan lawatan sejarah, dengan mengunjungi berbagai situs di Kapanewon Pleret, Bantul hingga di Kotagede, Selasa (31/5).

Di Pleret, para pelajar diajak mengunjungi jejak sejarah peninggalan masa Sultan Agung di Situs Kerto, Benteng Mataram, Museum Purbakala, Gunung Sentana yang terdapat makam Ratu Malang dan Masjid Kauman Pleret. Kemudian dilanjutkan di rumah Kalang Kotagede.

Para peserta sangat antusias, terbukti dengan banyak yang bertanya, kata Kepala Seksi Sejarah Dinas Kebudayaan DIY Drs. I Gede Adi Atmaja.

Gede mengatakan, lawatan sejarah ini merupakan kegiatan tahunan. Tahun ini mengangkat tema Merajut Akulturasi Lintas Etnis dan Menelusuri Jalur Maritim Mataram Islam . Tema ini dipilih juga karena sekaligus sebagai seleksi peserta yang akan diikutkan dalam internalisasi kompetisi sejarah dan budaya yang digelar Badan Pelestarian Nilai Budaya. Yaitu kegiatan tingkat regional yang diikuti perwakilan dari DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dari kunjungan ini, mereka diminta membuat karya tulis dan mempresentasikan di depan juri, untuk dipilih 15 peserta yang akan mewakili DIY, jelasnya.

Sesuai dengan tema tahun ini, lanjut Gede, para pelajar diajak untuk menelusuri jejak kesuksesan kerajaan Mataram Islam di bawah kepemimpinan Sultan Agung, yang berpusat di Pleret, terutama di bidang maritim. Meski tak memiliki pelabuhan, dan lokasi keraton di DIY, tapi bisa menguasai wilayah maritim di kawasan pantura Jawa.

Tentu bisa menjadi pelajaran untuk bisa mengulangi keberhasilan masa lalu, tuturnya.

Gede juga berharap, setelah mengikuti kegiatan lawatan sejarah ini, para pelajar bisa membagikan pengetahuan yang baru diperolehnya. Baik kepada keluarga, saudara maupun teman-temannya. Menurut dia, selama ini sejarah masih dianggap pembelajaran yang membosankan. Karena rerata materinya hanya hafalan saja. Karena itu dengan diajak mengunjungi langsung situs peninggalan masa lalu, bisa membuat antusias pelajar belajar sejarah.

Harapannya bisa jadi pemantik minat para pelajar menulusuri sejarah, terutama yang ada di DIY, ujarnya.

Sebelumnya Kepala Disbud DIY Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, kajian kejayaan maritim Mataram Islam juga sesuai dengan visi misi Gubernur DIY untuk Menyongsong Abad Samudera Hindia untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja. (vis/pra/dwi)

Original Source

Topik Menarik