Mengharukan, Sebelum Hilang Di Sungai Aare Swiss, Anak Kang Emil Pastikan Adik Dan Temannya Aman
Emmeril Kahn Mumtadz (22), putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang hingga kini tak tentu rimbanya sejak terseret arus Sungai Aare di Bern, Swiss pada Kamis (26/5), adalah sosok dengan begitu banyak kesan positif.
Di mata pamannya, Elpi Nazmuzaman yang merupakan adik kandung Kang Emil, Eril adalah keponakanteladan.
Eril yang lahir di New York 25 Juni 1999, saat Kang Emil menempuh pendidikan S2 di University of California, Berkeley itu dikenal penuh tanggung jawab dan ramah. Aktif dalam kegiatan sosial, dan memiliki kepedulian tinggi.
Kepedulian tinggi itu bahkan diwujudkan Eril, sebelum alumnus Teknik Mesin ITB ituhilang terseret arus Sungai Aare. Saat renang bersama adiknya, Camilla Laetitia Azzahra dan seorang temannya.
"Jadi, sebelum berenang, Eril ingin memastikan titik mana yang paling aman. Karena, kalau dilihat, Sungai Aare itu kan begitu tempting (menggoda).Warnanya jernih dan lebar. Membuat orang ingin terjun. Makanya, dia coret titikjembatan yang tidak ada tangganya. Turun juga, di tempat yang ada tangganya. Dia survei beberapa titik. Memastikan tidak loncat," beber Elpi dalam konferensi pers virtual, Sabtu (28/5).
"Eril pemuda yang rajin olahraga. Beliau bisa berenang. Punya sertifikat diving . Punya kemampuan mengukur dan menilai arus. Siapa yang layak turun dan tidak. Yang diperbolehkan turun oleh Eril, maksimal 3 orang," imbuhnya.
Saat berenang,Eril yang juga pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Darul Hikam Bandung dan SMA Negeri 3 Bandung itu mengambil posisi paling belakang.
Dia ingin memastikan rombongan, termasuk adiknya, dapat naikke daratan dengan selamat.
"Eril memastikan yang lain bisa sampai ke daratan. Setelah itu, mungkin ada arus," ujar Elpi.
Ketika dua orang lainnya sudah sampai daratan, Eril sempat berteriak help karena terbawa arus sungai. Teriakan ituterdengar oleh wisatawan domestik lainnya.
"Teriakan Eril terdengar oleh warga yang ada di pinggiran sungai. Mereka kemudian lapor polisi," ucap Elpi.
Tak Ada Limit
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein Muliaman Hadad menegaskan, tim SAR akan melakukan pencarian secara lebih intensif dengan menggunakan perahu search drone. Menyusuritepian sungai dan melakukan penyelaman, disesuaikan dengan situasi.
"Tidak ada spesifik waktu. Batas waktu maksimal dihentikan. Polisi sungai menegaskan, sudah menjadi tugasnyamemantau keamanan sungai. Mereka tidak mengatakan, berapa hari dihentikan. Jadi, pencarian akan terus dilakukan setiap hari," papar Dubes Muliaman.
Menurutnya, adatiga kritikal waktu penting dalam upaya pencarian. Tigahari pertama, sering ditemukan.
"Sebanyak 99,9 persen kejadian serupa ditemukan dalam tigapekan. Itu menurut mereka, dari pengalaman puluhan tahun," imbuh Dubes Muliaman.
Dia menambahkan, kendala yang dihadapi tim SAR dalam pencarian ini, sangat bersifat situasional. Sangat ditentukan oleh derasnya arus dan tingkat kekeruhan air sungai.
"Sabtu Minggu, probabilitasnya bertambah. Karena banyak masyarakat yang berenang. Jadi, kalau memang kelihatan, mereka bisamembantu," pungkas Dubes Muliaman.










