Loading...
Loading…
KBRI Kenalkan Konsep Merdeka Belajar di Tokyo

KBRI Kenalkan Konsep Merdeka Belajar di Tokyo

Nasional | jawapos | Rabu, 18 Mei 2022 - 08:45

JawaPos.com Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Jepang, kembali memulai safari diplomasi pendidikan dan kebudayaan ke berbagai perguruan tinggi melalui program Ambassador Goes To Campus (AGTC). Kali ini kampus yang dikunjungi yaitu Keio University, perguruan tinggi yang masuk daftar Top 300 QS 2022 Ranking.

Keio University juga berencana menjadi mitra Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Tokyo, Yusli Wardiatno dalam kesempatan ini memperkenalkan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Program IISMA kepada Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Internasional dan Informasi Teknologi, Motohiro Tsuchiya dan Kepala Kantor Kerja Sama Internasional, Tomo Sato.

Kami harap dengan kunjungan ini akan lebih banyak perguruan tinggi di Negeri Sakura yang masuk menjadi mitra Kemendikbudristek. Kita ketahui, Jepang sangat maju dalam pengembangan keilmuan di perguruan tinggi. Kami ingin lebih banyak mahasiswa S1 Indonesia yang belajar di sini untuk meningkatkan kompetensi, kata Yusli dalam keterangan tertulis, Rabu (18/5).

Sementara itu, Motohiro Tsuchiya menilai positif konsep MBKM. Keio University sangat berminat untuk mendaftar menjadi mitra Kemendikbudristek pada tahun 2022 agar mahasiswa S1 Indonesia bisa memilihnya menjadi tujuan universitas dalam Program IISMA tahun 2023.

Program MBKM sangat menarik dan Jepang seharusnya belajar konsep ini dari Indonesia. Kami juga ingin mengirimkan mahasiswa Keio University untuk belajar di perguruan tinggi di Indonesia. Semoga ada beasiswa khusus dari Pemerintah Indonesia, kata Tsuchiya.

Sementara itu, sebagai delegasi kedua pada program AGTC di kampus Shonan Fujisawa, Keio University, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi melakukan diskusi dengan Dekan Fakultas Lingkungan dan Kajian Informasi, Fumitishi Kato.

Heri memberikan kuliah umum dalam Bahasa Indonesia dengan tema Indonesia Japan: A Shared Future and History di hadapan 60 mahasiswa Jepang yang mengambil mata pelajaran Bahasa Indonesia. Keio University merupakan universitas tertua di Jepang dan merupakan salah satu perguruan tinggi yang menawarkan mata kuliah Bahasa Indonesia dengan pengampunya adalah Petrus Ari Santoso.

Program AGTC dengan format Kuliah Umum dan promosi serta workshop budaya ini akan menjadi template dalam program KBRI Tokyo di berbagai universitas yang masuk QS Ranking 300 besar. Dengan kombinasi diplomasi pendidikan dan budaya, diharapkan ada peningkatan dalam people-to-people contact yang semakin menguatkan hubungan Indonesia Jepang saat ini dan saat mendatang, kata Heri.

Original Source

Topik Menarik