Loading...
Loading…
Navy Jazz Traffic Festival, Konser Offline Pulihkan Ekonomi Warga

Navy Jazz Traffic Festival, Konser Offline Pulihkan Ekonomi Warga

Nasional | jawapos | Minggu, 15 Mei 2022 - 13:33

JawaPos.com Selama 2 tahun pandemi Covid-19, konser offline tidak pernah digelar di Provinsi Jawa Timur. Sabtu (14/5), konser offline pertama akhirnya digelar di Jawa Timur.

Konser bertajuk Navy Jazz Traffic Festival (NJTF) sebagai upaya memulihkan dan meningkatkan ekonomi warga sekitar. Berdasar catatan Koarmada II yang menjadi salah satu penyelenggaranya, 150 tenant ikut bergabung dalam kegiatan itu.

Seluruh barang dagangan di tenant disebut habis tak bersisa. Tak heran, ribuan warga Jawa Timur ikut menonton beberapa guest star yang hadir. Di antaranya Reza Artamevia, Tulus, Dewa 19, dan Padi.

Panglima Koarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto menyebut, kegiatan itu juga dilakukan untuk membantu membantu para musisi di Tanah Air. Selain itu, pelaku ekonomi terutama UMKM sekitar.

Dua tahun terakhir kita menghadapi situasi yang tidak mudah akibat pandemi Covid-19. Untuk itu tetap patuhi protokol kesehatan, serta menjaga kesehatan, kenyamanan dan ketertiban agar kegiatan ini berjalan lancar, papar Iwan.

Dia juga ingin membantu pemerintah menaikkan perekonomian. Khususnya Jawa Timur.

Menurut Iwan, banyak pelaku ekonomi kehilangan pelanggan akibat pandemi. Saya konfirmasi tadi, katanya jualannya habis semua. Saya senang mendengarnya, ucap Iwan.

Baca Juga :
Prambanan Jazz Festival 2021 Digelar tanpa Penonton

Iwan bahkan sempat naik ke panggung dan bernyanyi bersama Virzha. Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga turut hadir.

Menurut Emil, penyelenggaraan NJTF bisa menjadi acuan penyelenggaraan kegiatan serupa. Sehingga kegiatan konser musik secara offline sudah aman untuk diselenggarakan.

Ini adalah bukti TNI dan masyarakat saling mendukung, kata Emil.

Salah satu pemilik tenant Soto Madura Wawan dan Bebek Goreng Harissa, Riesna, asal Surabaya bersyukur, hanya dalam waktu beberapa jam, jualannya bisa terjual sampai 300 bungkus. Bahkan lebih.

Makanan kami jual Rp 25 ribu sampai Rp 35 ribu. Saya belum hitung pastinya pendapatan kami. Tapi, sangat banyak lah. Kami senang bisa berpartisipasi berjualan di sini, kata Riesna.

Original Source

Topik Menarik