Loading...
Loading…
Di Depan Joe Biden, Jokowi Serukan Penghentian Perang Ukraina, Pengamat: Ini Keberanian Besar

Di Depan Joe Biden, Jokowi Serukan Penghentian Perang Ukraina, Pengamat: Ini Keberanian Besar

Nasional | radartegal | Minggu, 15 Mei 2022 - 10:35

Di hadapan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berani menyerukan agar perang di Ukraina segera dihentikan.

Seruan Presiden Jokowi ini diungkapkan dalam KTT Khusus ASEAN-AS yang digelar di Departemen Luar Negeri AS, Washington, Jumat (13/5) lalu, merupakan sebuah keberanian besar. Hal itu diungkapkan Gurubesar Ilmu Hukum Internasional, Profesor Hikmahanto Juwana kepadaKantor Berita Politik RMOL, Minggu (15/5).

"Ini merupakan keberanian tersendiri bagi Indonesia untuk menegaskan politik luar negeri (polugri) bebas aktif dihadapan Presiden AS Joe Biden dan jajaran birokrasinya, tegasnya.

Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani ini menambahkan Presiden Joko Widodo seolah-olah tidak memiliki beban moral dalam menyampaikan pernyataannya.

"Presiden Jokowi seolah tidak memiliki beban untuk menyampaikan di tengah harapan AS kepada negara-negara ASEAN untuk mengekor kebijakan AS mengutuk serangan Rusia ke Ukraina, imbuhnya.

Dalam seruan Presiden Jokowi untuk menghentikan perang, Hikmahanto menilai Jokowi tidak menyebut apakah perang tersebut salah karena melanggar hukum internasional atau perang yang dapat dibenarkan.

Baca Juga :
Presiden Jokowi Serukan Penghentian Perang

"Presiden juga tidak menggunakan istilah 'invasi' atas serangan Rusia ke Ukraina sebagaimana AS dan sekutunya mengistilahkan, ujarnya.

Bahkan, kata Hikmahanto, Presiden Joko Widodo berani menyampaikan pernyataan Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka."

"Pernyataan tersebut jelas ditujukan kepada pihak-pihak yang berseteru dalam perkembangan perang di Ukraina yaitu AS dan sekutunya yang berhadapan dengan Rusia, tutupnya. (rmol/zul)

Original Source

Topik Menarik