Loading...
Loading…
3 Jenderal Bertarung di Pilpres, Pemenangnya Usung Slogan Bersama Kita Bisa!

3 Jenderal Bertarung di Pilpres, Pemenangnya Usung Slogan Bersama Kita Bisa!

Powered by sindonews
Nasional | Sindonews | Minggu, 15 Mei 2022 - 06:21

JAKARTA - 3 jenderal TNI bertarung di Pilpres 2004. Pada pemilihan presiden (pilpres) yang pertama kali digelar secara langsung tersebut, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menggandeng M Jusuf Kalla, menjadi pemenang.

Pilpres 2004 merupakan pilpres pertama yang digelar secara langsung alias dipilih rakyat. Sebelumnya, pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan oleh MPR RI.

Pada Pilpres 2004, ada lima pasangan yang bertarung. Mereka adalah Wiranto-Salahuddin Wahid, Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo, Susilo Bambang Yudhoyono-M Jusuf Kalla, dan Hamzah Haz-Agum Gumelar.

Kali ini SINDOnews tampilkan profil singkat tiga jenderal yang bertarung pada Pilpres 2004 dan pencapaiannya dalam pesta demokrasi tersebut.

1. Wiranto

Jenderal TNI (Purn) Wiranto lahir di Yogyakarta, 4 April 1947. Mantan Panglima ABRI ini maju Pilpres 2024 setelah menang dalam Konvensi Capres Partai Golkar.

Golkar kemudian menduetkan Menhankam Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan tersebut dengan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Salahuddin Wahid, yang akrab disapa Gus Sholah. Pasangan ini mendapatkan nomor urut 1.

Baca Juga :
Jimly Asshiddiqie: Jangan Takut Banyak Paslon Di Pilpres

Pasangan yang mengusung slogan 'Tenang, Aman, dan Sejahtera Bangsaku' ini meraih 22,15 persen suara, setara dengan 26.286.788 suara. Berada di urutan ketiga setelah SBY-JK dan Megawati-Hasyim Muzadi pada putaran pertama pilpres, duet ini gagal melangkah ke putaran kedua.

2. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lahir di Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949. Mantan Menko Polkam ini maju ke Pilpres 2004 diusung oleh Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Bulan Bintang.

SBY yang mendapat gelar Jenderal Kehormatan pada 25 September 2000, berduet dengan M Jusuf Kalla, tokoh Golkar yang juga rekan sesama menteri di Kabinet Gotong Royong (Megawati Soekarnoputri-Hamzah Haz). Pasangan ini mendapat nomor urut 4.

Duet SBY-JK yang mengusung slogan 'Bersama Kita Bisa!' sukses menjadi yang teratas di pilpres putaran pertama yang digelar pada 5 Juli 2004. Duet ini meraup 39.838.184 suara atau 33,57 persen suara.

Pada putaran kedua yang digelar 20 September 2004, pasangan ini meraih 69.266.350 suara atau 60,62 persen suara, mengalahkan Megawati-Hasyim.

Baca Juga :
PKS Lirik 3 Tokoh Potensial Usung Maju Pilpres 2024, Tak Jadi Sodorkan Kader Sendiri?

SBY-JK pun terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2004-2009. Pada Pilpres 2009, SBY kembali maju namun tidak dengan JK. SBY menggandeng Boediono dan kembali menang.

3. Agum Gumelar

Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 17 Desember 1945. Berbeda dengan Wiranto dan SBY yang maju sebagai capres, Agum yang mendapat gelar Jenderal Kehormatan pada 9 November 2000, menjadi cawapres pada Pilpres 2004, mendampingi Hamzah Haz.

Pasangan Hamzah Haz-Agum Gumelar diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pasangan ini mendapat nomor urut 5.

Mengusung slogan 'Jujur, Tegas, Berwibawa, Percaya, dan Maju', duet ini gagal berbicara banyak. Pasangan ini berada di urutan kelima dengan meraih 3.569.861 suara atau 3,01 persen suara.

Original Source

Topik Menarik