Loading...
Loading…
Resmi Ambil Alih, inilah Ide `Gila` Elon Musk Mengobrak-abrik Twitter

Resmi Ambil Alih, inilah Ide `Gila` Elon Musk Mengobrak-abrik Twitter

Nasional | law-justice.co | Sabtu, 14 Mei 2022 - 21:20

Elon Musk berencana "mengubrak-abrik" Twitter usai ia membeli aplikasi microblogging itu. Kebebasan berpendapat hingga monetisasi jadi sorotan baginya.

Beberapa hal yang mungkin terjadi, usai ia menyelesaikan akuisisi Twitter senilai US$44 miliar.Kemungkinan itu jadi perbincangan hangat jelang Musk mencomot Twitter.

Sejumlah pihak juga mempertanyakan berbagai kemungkinan apakah Twitter akan banyak perubahan di bawah tangan dingin Elon Musk. Berikut catatan daftar rencana Elon Musk untuk Twitter:

CEO Twitter akan diganti Pada April lalu, sumber yang mengetahui kondisi tersebut membeberkan kepada Reuters. Dilaporkan Musk telah menunjuk CEO baru untuk Twitter.

Sebelumnya Musk diperkirakan bakal menjadi CEO sementara dalam beberapa bulan di Twitter setelah proses akuisisi selesai. Namun hingga kini belum banyak diskusi tentang apakah pengambilalihan Musk atas perusahaan akan mengarah pada perombakan kepemimpinan.

Parag Agrawal saat ini masih menjabat sebagai CEO Twitter. Tetapi nasib Agrawal masih belum bisa dipastikan usai Elon Musk mengumumkan pembelian saham keseluruhan Twitter. Musk orang terkaya di dunia saat ini juga menjabat sebagai CEO Tesla, SpaceX dan The Boring Company.

Baca Juga :
Bill Gates Gelontorkan Ratusan Juta Dolar untuk Kampanye Cegah Elon Musk Beli Twitter

Akun pemerintah dan komersil berbayar Musk mengatakan pada Rabu (4/5) bakal mengenakan biaya kepada sebagian pengguna Twitter, seperti korporasi untuk kebutuhan komersial atau pejabat pemerintah. Namun, ia memastikan Twitter akan tetap gratis untuk masyarakat biasa.

Berbagai cara menghasilkan uang Elon sampaikan kepada bank yang menyetujui pinjaman akuisisi Twitter. Informasi tersebut diberikan saat ia mengajukan pinjaman ke bank, hanya beberapa hari setelah mengajukan penawaran ke Twitter pada 14 April.

Orang terkaya dunia tersebut harus meyakinkan bank bahwa Twitter bisa menghasilkan arus kas yang cukup untuk membayar utang.

Embed tweet berbayar Selain akan menerapkan tarif bayaran ke akun pemerintahan atau komersil, Musk akan mengembangkan cara monetisasi twit yang berisi informasi penting atau cuitan viral. Termasuk membebankan biaya ketika situs pihak ketiga ingin menyematkan (embed) tweet dari individu atau organisasi yang terverifikasi.

Proteksi DM akun Pada akhir April lalu, Musk melontarkan rencananya mengubah Twitter yaitu memproteksi pesan langsung atau direct messages (DM) dengan enkripsi pesan. Musk mengungkapkan DM Twitter seharusnya memiliki end to end encryption, sehingga pesan aman dari peretasan (hack) atau pantauan pihak luar.

Baca Juga :
Elon Musk Akan Mencabut Larangan Twitter Milik Donald Trump

Sistem enkripsi ini akan menjamin pesan yang dikirim dari kedua belah pihak tidak bisa diintip pihak lain. Pengirim pesan pun tidak perlu khawatir pesannya bakal `nyasar` dan privasi terlindungi.

Kebebasan berpendapat di twitter Hal yang menjadi banyak sorotan bagi publik salah satunya adalah kebebasan berpendapat di Twitter, jika Musk menggawangi Twitter. Ia mengaku mendukung kebebasan berpendapat yang sejalan dengan hukum, namun menentang sensor yang berlebihan.

Dalam pernyataannya saat mengumumkan kesepakatan pembelian Twitter, Musk kembali menggaungkan prinsip tersebut dan mengaitkannya dengan demokrasi.

Sejumlah pihak, termasuk bagian dari Gedung Putih dan Partai Demokrat, pun risau itu terkait dengan peluang perubahan kebijakan Twitter yang melarang dan menangguhkan sejumlah akun provokatif dan disinformatif, termasuk mantan Presiden AS Donald Trump.

Buka blokir akun twitter Donald Trump Musk mengaku ingin mempromosikan kebebasan berpendapat di dunia maya. Menurutnya, platform media sosial adalah tempat penting untuk berbagi pandangan. Elon Musk juga mengaku akan mencabut larangan Twitter terhadap mantan presiden AS Donald Trump jika akuisisi platform sosial media global itu berhasil.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa ia belum memiliki Twitter. Artinya, pencabutan larangan itu belum tentu terjadi.

Original Source

Topik Menarik

{