Loading...
Loading…
Sebut Kemenlu Berbohong Soal Agenda Jokowi ke AS, Natalius Pigai: Hancur Wibawa Negara

Sebut Kemenlu Berbohong Soal Agenda Jokowi ke AS, Natalius Pigai: Hancur Wibawa Negara

Nasional | wartaekonomi | Jumat, 13 Mei 2022 - 12:15

Mantan Komnas HAM, Natalius Pigai membantah pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) soal agenda Presiden Joko Widodo atau Jokowi selama lawatan kerja di Amerika Serikat.

Natalius Pigai mengatakan sebagai seorang kepala negera serta dalam rangka melakukan kunjungan kerja ke negara sahabat seperti Amerika Serikat, harusnya Presiden Jokowi tetap disambut resmi oleh pajabat top di Negeri Paman Sam tersebut.

Secara rinci Pigai menerangkan bahwa, dalam rangka kunjungan seorang kepala negara ke negara lain, ada tiga agenda resmi dalam perjanjian yang sifatnya binding.

KEMENLU PANDAI BERBOHONG: Ada 3 Agenda Resmi dlm perjanjian yg sifatnya binding: 1. Bilateral. 2. Regional. 3. Multilateral, cuit Natalius Pigai dikutip dari akun Twitter pribadinya, Jumat (13/5/2022).

Karena itu, Pigai menegaskan bahwa penyambutan resmi tuan rumah yakni AS dalam rangka tiga agenda Jokowi yang sifatnya binding tersebut harus tetap dilaksanakan.

Maka Jokowi datang bukan agenda privat, tapi agenda resmi, HANCUR WIBAWA NEGARA! kata Pigai.

Pigai begitu tegas menyuarakan pentingnya penyambutan resmi pejabat tinggi AS terhadap sejumlah petinggi negara ASEAN yang hadir di negara mereka, salah satunya Presiden Jokowo ke AS ini.

Baca Juga :
Jokowi Tak Disambut Pejabat Top Amerika Retno Kasih Pengertian

Sebelumnya, Kemenlu sudah membantah jika kunjungan Presiden Jokowi ke AS bukanlah agenda bilateral antar kedua negara, RI dan AS.

Namun, kunjungan Jokowi bersama sejumlah menterinya adalah dalam rangka menghadiri agenda ASEAN-US Summit.

Dalam agenda tersebut, Jokowi bakal mengikuti sejumlah agenda khusus selama di Washington 11-13 Mei 2022.

Mulai dari pertemuan dengan anggota kongres, pertemuan dengan para CEO besar, pertemuan dengan Wapres Kemala Haris dan tim perubahan iklim Amerika Serikat, hingga pertemuan tingkat tinggi pemimpin ASEAN dengan Presiden Biden.

Original Source

Topik Menarik