Loading...
Loading…
Kedatangan Jokowi Dicueki Pejabat AS, Perdana Menteri Singapura Mendarat Disambut Joe Biden

Kedatangan Jokowi Dicueki Pejabat AS, Perdana Menteri Singapura Mendarat Disambut Joe Biden

Nasional | radartegal | Jumat, 13 Mei 2022 - 11:25

Tidak adanya seorang pun pejabat Amerika Serikat (AS) yang menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menimbulkan spekulasi. Apalagi, ternyata ada perbedaan sikap yang diberikan Presiden AS, Joe Biden terhadap petinggi-petinggi negara ASEAN saat tiba di negaranya.

Menurut Aktivis Forum Tanah Air (FTA), Chris Komari, tak adanya sambutan yang diterima Jokowi setibanya di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, baik oleh Joe Biden maupun pejabat negara lain di sana, memperjelas posisi Indonesia di mata Negeri Paman Sam.

Pasalnya, Chris justru melihat perlakuan yang jauh berbeda yang diterima negara tetangga dekat Indonesia, yaitu Singapura.

"Kedatangan Presiden Jokowi di Washington DC terkesan dicuekin dan tidak disambut langsung oleh Presiden Biden. Sementara itu Presiden Joe Biden menyambut langsung kedatangan Prime Minister of Singapore, Lee Hsien Loong, di Airport," kata Chris dalam keterangannya kepadaKantor Berita Politik RMOL, Jumat (13/5).

Menurut Chris, tak ada penyambutan terhadap Jokowi karena Joe Biden punya pertimbangan dan alasan yang sesuai dengan situasi dan kondisi global saat ini, dan kaitannya dengan sikap negara-negara di dunia terhadap perang Rusia dan Ukraina.

Baca Juga :
Pamer 6 Foto Dengan Biden Jokowi Senyumnya Merekah

"Dalam kasus kedatangan Presiden Jokowi di AS kemarin yang tidak disambut langsung oleh Presiden Biden, bisa dilihat dari sikap geopolitik dan diplomasi Indonesia saat ini, khususnya menyangkut invasi Rusia di Ukraina dan posisi Indonesia pada KTT G-20 di Bali mendatang," tuturnya.

Intinya, Chris menilai fenomena Jokowi tak disambut oleh Joe Biden atapun pejabat tinggi di sana merupakan bentuk penegasan sikap Amerika Serikat terhadap Indonesia yang tak bertaji dalam dunia diplomasi.

"Dalam dunia diplomasi international, Indonesia terkesan hanya sebagai follower, participant, wait and see kind of leadership, or at best, hanya sebagaievent organizer(EO) dan tuan rumah yang baik. Istilahnya 'diplomasi lontong sayur'," demikian Chris. (rmol/zul)

Original Source

Topik Menarik