Loading...
Loading…
Bianconeri Tanpa Trofi Juara, Nerazzurri Bisa Sapu Bersih

Bianconeri Tanpa Trofi Juara, Nerazzurri Bisa Sapu Bersih

Nasional | jawapos | Jumat, 13 Mei 2022 - 09:40

JawaPos.com - Pertimbangan utama Juventus kembali mempekerjakan Massimiliano Allegri musim ini adalah latar belakang banjir trofi pada periode pertamanya (2014-2019).

Hanya dalam rentang lima musim, Allegri mempersembahkan sebelas trofi.

Empat musim di antaranya berhasil meraih secara beruntun double winners alias menyandingkan scudetto Serie A dan Coppa Italia.

Bahkan, pada 2015-2016, Juve menyapu bersih gelar domestik dengan menyempurnakannya sebagai kampiun Supercoppa Italiana. Itu belum termasuk dua kali finalis Liga Champions 2014-2015 dan 2016-2017.

Namun, pondasi kesuksesan Juve yang dibangun sejak era Antonio Conte (2011-2014) mulai pudar sejak kedatangan Cristiano Ronaldo pada musim 2018-2019 atau musim pemungkas periode pertama Allegri.

Meski masih bisa memenangi Serie A, gap dengan Inter Milan di posisi runner-up hanya satu poin (83 poin berbanding 82 poin). Juve juga gagal di Coppa Italia.

Setelah Allegri out, Maurizio Sarri dan Andrea Pirlo hanya merasakan sisa-sisa kejayaan. Tidak ada lagi dominasi nyata.

Sarri sukses mempersembahkan scudetto dua musim lalu, tetapi gagal di Coppa Italia. Sementara itu, musim lalu Pirlo sukses menyabet Coppa Italia dan Supercoppa Italiana, tetapi Serie A pergi ke Inter.

Baca Juga :
Jadi Pahlawan Inter Milan Juara Coppa Italia 2021-2022, Ivan Perisic: Kami Memang Layak Juara!

Lantas, apa yang bisa dilakukan Allegri pada periode keduanya menukangi Juve musim ini? Gagal total alias nirgelar.

Ya, untuk kali pertama sejak 2010-2011 atau sebelum era Conte, tidak ada trofi yang dimenangi Bianconeri sepanjang musim.

Ironisnya, Inter yang menggagalkan Juve di tiga ajang domestik musim ini.

Sebelum kalah 2-4 lewat babak waktu tambahan dalam final Coppa Italia di Stadio Olimpico kemarin (12/5), Bianconeri menutup pintu scudetto gara-gara kekalahan oleh Inter pada giornata ke-31 (4/4).

Sementara itu, awal kegagalan Juve adalah kalah 1-2 dalam Supercoppa Italiana di Stadio San Siro (13/1).

Rapor buruk Allegri di hadapan Simo (sapaan karib Simone Inzaghi, allenatore Inter, Red) sepanjang musim ini, tulis Tutto Juve. Total dari empat pertemuan melawan Simo musim ini, Allegri tidak pernah menang (1 seri dan 3 kalah).

Inter membuktikan bahwa mereka unggul sepanjang musim ini. Tentu ada yang salah dengan nirgelar musim ini. Itu akan jadi perhatian kami untuk membalasnya musim depan, papar Allegri kepada Tuttosport.

Baca Juga :
Persib Lepas Angan Jadi Juara Liga 1 Musim Ini? Ini Faktanya

Masalahnya, kalaupun Allegri selamat dari pemecatan musim ini, kondisi skuad Juve musim depan semakin berat.

Kapten Giorgio Chiellini tidak akan bertahan dan tandemnya, Leonardo Bonucci, semakin gaek.

Striker Paulo Dybala juga pergi dengan status free agent dan yang paling menyakitkan Juventini adalah favorit destinasinya hampir pasti Inter.

Di sisi lain, Inter yang sudah menggenggam Supercoppa Italiana dan Coppa Italia bisa menyempurnakannya dengan scudetto Serie A.

Masih ada dua giornata tersisa dengan Nerazzurri tertinggal dua poin (78-80) dari capolista sekaligus rival sekota, AC Milan.

"Sejujurnya, double winners telah melebihi ekspektasi yang diberikan kepada kami. Apalagi kalau sampai kami bisa meraih treble winners," ucap Simo kepada Sky Italia.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{