Loading...
Loading…
Pengusaha Tulungagung, Nama Kedai Kopi dari Istri Bawa Rezeki

Pengusaha Tulungagung, Nama Kedai Kopi dari Istri Bawa Rezeki

Nasional | genpi.co | Jumat, 13 Mei 2022 - 08:30

GenPI.co Jatim - Kisah pengusaha kedai kopi asal Tulungagung ini sangat menginspirasi untuk anak muda khususnya dalam memulai usaha.

Tama namanya, memulai membuka kedai kopi Kosim pada 2015 yang sebelumnya sudah direncanakan sejak di bangku perkuliahan.

"Sebenarnya konsepnya sejak 2011 pada waktu itu gila kopi. Saya pengin kuliah gratis, mencoba peluang beasiswa dan Alhamdulillah saya kecantol perguruan tinggi swasta di Jakarta," kata Gautama Sastra Waskita nama lengkapnya dikutip dari YouTube Pecah telur yang diunggah pada 12 Agustus 2021.

Lanjutnya, di bangku kuliah, Tama memilih jurusan manajemen perhotelan untuk mewujudkan mimpi serta cita-citanya itu.

Seiring berjalannya waktu, cita-citanya membuat kedai kopi perlahan mulai ada titik terang, hanya saja proses mencari formula yang pas dalam memulai bisnis masih dilakukan.

Benar saja, kesuksesan tidak dia raih secara instan, butuh perjuangan dan melawan idealisme yang masih tinggi.

"Pada waktu saya mendirikan coffee shop standarnya masih tinggi, seperti kedai kopi yang sudah terkenal. Saya pakai peralatan yang sama persis, seperti mesinnya hingga sirupnya," jelasnya.

Baca Juga :
Kisah pemilik kedai kopi di Semarang bawa bekal makan, bikin salut

Standar tinggi inilah yang ternyata tidak sesuai dengan pasar Tama kala itu, dimana banyak pembelinya kalangan menengah.

"Segmentasi pembeli saya menengah, menengah ke bawah bahkan targetnya rendah," sambungnya.

Bisnis kedai kopi itu dia lakukan di Jakarta. Melihat kurang berjalan sesuai keinginan, akhirnya Tama pulang ke Tulungagung.

Di tempat kelahiran Tulungagung, Tama tetap semangat untuk menjalankan bisnis kopi karena permintaan dan minat sedang tinggi.

Berangkat dari sanalah semangatnya kembali membara dan lantas berpikir nama apa yang tepat untuk kedai kopinya itu.

"Istri saya punya andil besar dalam pemilihan nama itu. Dia nyeletuh nama Kosim saja. Kosim nama Kiai saya di Cikarang dulu sebelum saya mudik ke Tulungagung," ungkapnya.

Siapa sangka hasil nama itu bisnis kedai kopi perlahan mulai bangkit. (*)

Jangan lewatkan video populer ini:

Original Source

Topik Menarik